Berita Solo Terbaru

Jokowi Tunjuk Elite Partai Duduki Kursi Menteri dan Wamen, Pengamat UNS : Konsolidasi Kekuasaan

Di balik penunjukan sejumlah petinggi partai masuk ke kabinet Joko Widodo (Jokowi) disebut sebagai konsolidasi kekuasaan.

TribunSolo.com/Dok Biro Setpres Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo usai melantik Hadi Tjahjanto di Istana Negara, Jakarta Rabu (15/6/2022). Menteri ATR/BPN itu resmi bekerja hari ini. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Di balik penunjukan sejumlah petinggi partai masuk ke kabinet Joko Widodo (Jokowi) disebut sebagai konsolidasi kekuasaan.

Tiga menteri dan wakil yang ditunjuk merupakan elite pimpinan partai, di antaranya Ketum PAN Zulkifli Hasan, Afriansyah Noor dari PBB dan Raja Juli Antoni dari PSI.

Pengamat Psikologi Politik UNS Solo, Abdul Hakim melihat dari dua komposisi menteri dan 3 wakil menteri yang dilantik sebagai bentuk konsolidasi kekuasaan.

"Konsentrasi kabinet Pak Jokowi sudah mulai terpecah, karena di sisi lain Pak Jokowi membutuhkan dukungan yang solid sehingga untuk bisa menentukan capres berikutnya," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (18/6/2022).

Hakim menilai masuknya Raja Juli Antoni serta Afriansyah Noor sebagai kompensasi dukungan PSI dan PBB untuk mendukung posisi Pak Jokowi yang pasti punya kader di 2024.

Kemudian untuk mantan Panglima TNI, Hadi Tjahjanto sebagai Menteri ATR/BPN yang bukan dari kalangan partai politik, tetapi alasannya pengaruhnya di kalangan militer masih kuat.

"Dan itu diperlukan untuk memastikan dukungan kelompok militer terhadap Presiden Jokowi," aku dia.

"Jadi, bacaan pertama adalah reshuffle ini merupakan upaya untuk memperkuat daya tawar dari pengaruh Pak Jokowi dalam pemilihan Presiden 2024," paparnya.

Baca juga: Karier Hadi Tjahjanto : Menteri ATR/BPN,Pernah Jadi Danlanud Adi Soemarmo saat Jokowi Wali Kota Solo

Baca juga: Demokrat Kritik Reshuffle Kabinet, Sebut Hanya untuk Kepentingan Orang Dekat dan Partai Koalisi

Selain itu, ia juga melihat pengangkatan wakil menteri dalam negeri berkaitan dengan kepentingan menjaga stabilitas selama masa transisi.

Karena hampir setengahnya, kepala daerah ini sekarang akan dipegang oleh Plt.

Sehingga pengangkatan John Wempi Wetipo dari PDIP sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri sebagai langkah jitu.

"Dan pemilihan beliau sebagai putra Papua juga mengkonsolidasi kekuatan politik Pak Jokowi di Indonesia Timur," terangnya.

"Jadi Secara keseluruhan saya membaca ini sebagai balik lagi konsolidasi kekuasaan, konsolidasi pengaruh politik Pak Jokowi," uraiannya.

Menurutnya, dengan komposisi politik yang ada saat ini dengan Zulhas masuk ke Kabinet Indonesia Maju berarti berada di belakang Jokowi.

"Kita bisa bayangkan kekuatan Pak Jokowi untuk menentukan capres 2024, pilihannya punya peluang yang sangat besar untuk menang," pungkasnya.  (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved