Berita Internasional

Covid-19 di Singapura Juga Alami Kenaikan, Kasus Harian Tembus 12.000

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung awal bulan ini mengatakan, Singapura bisa mengalami gelombang infeksi berikutnya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Shutterstock
Patung Merlion di Singapura 

TRIBUNSOLO.COM - Selasa 5 Juli 2022 kemarin kasus baru Covid-19 kembali meledak di Singapura.

Ditemukan total temuan kasus baru mencapai 12.784 kasus. 

Kasus baru Covid-19 tersebut mayoritas merupakan kasus pada warga lokal Singapura dan ratusan lainnya adalahkasus impor dengan rincian 12.248 kasus lokal dan 536 kasus impor.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik Lagi, Sejumlah Wilayah Diterapkan PPKM Level 2: WFO Dibatasi 75 Persen

Temuan kasus baru Covid-19 di Singapura pada Selasa kemarin memang lebih kecil dari temuan kasus serupa di 22 Maret 2022 lalu yang mencapai 13.166 kasus harian, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Pemerintah Singapura meyakini meski kasus baru Covid-19 kembali meledak di negaranya, hal tersebut tidak akan separah gelombang Omicron di awal tahun ini.

Berdasarkan data, rasio kasus minggu ke minggu adalah 1,34. Ini mengacu pada rasio kasus komunitas selama seminggu terakhir dibanding seminggu sebelumnya, dengan angka di atas 1 menunjukkan jumlah kasus baru mingguan meningkat.

Baca juga: Ramalan Zodiak Rabu 6 Juli 2022: Virgo Jangan Lewatkan Peluang, Pisces Semakin Tegas

Rasio kasus minggu ke minggu Singapura sudah di atas 1 sejak 14 Juni lalu.

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung awal bulan ini mengatakan, Singapura bisa mengalami gelombang infeksi berikutnya.

Penyebabnya, antibodi dari vaksinasi mulai berkurang.

Hanya, Ong mengatakan, gelombang kasus Covid-19 yang terjadi sekarang tidak akan separah gelombang Omicron di awal tahun ini.

Sebab, Pemerintah Singapura telah mengantisipasi gelombang saat ini ketika muncul subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Kedua subvarian Omicron yang lebih menular tersebut memiliki "keuntungan pertumbuhan yang signifikan" dibanding BA.2, dia menyebutkan.

Baca juga: LINK Streaming Nonton Piala AFF U19 2022 Indonesia vs Thailand

"Tapi, gelombang saat ini datang sedikit lebih awal dari rentang waktu Juli dan Agustus yang kami antisipasi," katanya, Selasa (5/7), seperti dikutip Channel News Asia.

"Untuk gelombang saat ini, penilaian kami tidak akan separah gelombang Omicron awal tahun ini. Sebab, lebih banyak dari kita telah memperoleh kekebalan yang lebih kuat, baik melalui suntikan booster ataupun pemulihan dari infeksi," ungkap Ong.

"Ini secara signifikan akan menghambat sirkulasi dan penularan virus," imbuh dia. (*)

Penulis: SS Kurniawan | Sumber: Kontan

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved