Catat! Pengendara Wajib Turun dari Sepeda Motor saat Isi BBM di SPBU, Bagaimana dengan Motor Sport?

Kepala SPBU Pertamina Cikini dan Pramuka Paimin mengatakan, pengendara motor harus turun dari motor dan memasang standar motornya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi warga saat mengisi bahan bakar di SPBU MT Haryono, Jakarta, Senin (28/3/2022). Pertamina wajibkan pengendara motor wajib turun dari kendaraannya saat isi BBM. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA --Pengendara motor yang melakukan pengisian bahan bakar mesin (BBM) ternyata wajib turun dari kendaraannya.

Itu adalah hal lumrah bagi pengendara motor yang tangki pengisian BBM berada di bawah jok.

Nah kini jadi pertanyaan, bagaimana untuk motor sport atau matik yang tangki bensinnya berada di depan atau luar?

Seharusnya pengendara motor tetap turun dari kendaraannya saat melakukan pengisian BBM untuk menghindari potensi terjadinya bahaya.

Baca juga: Presiden Jokowi: Negara Lain Sudah Naikkan Harga BBM, Indonesia Masih Tahan Harga Pertalite

Kepala SPBU Pertamina Cikini dan Pramuka Paimin mengatakan, pengendara motor harus turun dari motor dan memasang standar motornya.

Hal itu wajib dilakukan untuk menghindari penyebaran, jika terjadi percikan atau munculnya api.

"Untuk pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM), wajib mematikan mesin. Karena panas mesin disekitar area pengisian sangat berbahaya dan bisa menimbulkan kebakaran. Untuk roda dua pada saat pengisian BBM wajib standard dan turun dari motor," ucap Paimin kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dirinya lantas menyebut, ketika ada percikan api di sekitar pengendara atau sepeda motor, maka pemilik cenderung akan panik dan membanting motornya.

Baca juga: Viral Raisa Kaget Isi Bensin Capai Rp1,2 Juta, Diduga Ini Jenis BBM yang Dibelinya

Rupanya tindakan ini bisa memperparah kebakaran dan membuat api menyebar.

Oleh karena itu, penting bagi pengendara sepeda motor untuk memasang standar dan turun dari motor saat melakukan pengisian BBM.

"Saat panik, umumnya motor akan ditinggal begitu saja atau dijatuhkan. Pemilik akan kabur menjauhi sumber api tadi. Perilaku seperti ini yang ingin dihindari, karena potensi api tambah besar dan menyebar," ucap Paimin.

Dengan turun dari motor dan memasang standar, pemilik kendaraan tinggal menyelamatkan diri jika ada percikan api ataupun kebakaran.

Selain itu, penanganannya akan lebih cepat karena api tidak cepat menyebar ke mana-mana.

Ada catatan lagi, penting bagi pengendara motor untuk mematikan mesin kendaraannya.

Sebab, mesin kendaraan adalah unsur pemantik api.

"Ketika didukung udara dan ada zat pembakaran yakni uap bensin, maka hanya butuh sepersekian detik dari keadaan normal untuk memicu api," ucap Paimin. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved