Berita Nasional

Jokowi Curhat Pemerintah Berupaya Tahan Pertalite Tetap Murah : Kalau Tidak Kuat Ya Gimana Lagi

Jokowi mencontohkan di Jerman dan Singapura harga BBM menyentuh Rp 31 ribu per liter. Di Thailand Rp 20 ribu per liter.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke empat negara di antaranya Jerman, Ukraina , Rusia, dan Uni Emirates Arab. Jokowi mengungkapkan saat ini BBM di Indonesia masih paling murah. 

TRIBUNSOLO.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut jika sampai saat ini pemerintah masih bertahan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.

Jokowi pun mengingatkan, perang antara Rusia dan Ukraina mempengaruhi harga pangan dan energi di dunia.

Padahal sebelum pandemi Covid-19, harga minyak dunia 60 dolar Amerika Serikat (AS) per barel menurut Jokowi.

Saat ini harga minyak dunia melambung, terbaru menyentuh di kisaran 100 dolar AS per barel. Bahkan, sempat menyentuh 120 dolar AS per barel.

Baca juga: Presiden Jokowi: Negara Lain Sudah Naikkan Harga BBM, Indonesia Masih Tahan Harga Pertalite

"Sudah (naik) dua kali lipat. Hati-hati. Negara kita ini masih kita tahan untuk tidak menaikan yang namanya Pertalite. Negara lain, BBM, bensin, itu sudah di angka Rp 31 ribu," ujar Jokowi saat acara Peringatan Hari Keluarga Nasional di Medan, Sumatera Utara, (7/7/2022).

Jokowi mencontohkan di Jerman dan Singapura harga BBM menyentuh Rp 31 ribu per liter.

Di Thailand Rp 20 ribu per liter.

Harga-harga tersebut jauh berbeda dengan harga Pertalite di Indonesia. Hal tersebut lantaran Pertalite disubsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga: Cara Membeli Pertalite dan Solar Tanpa Aplikasi MyPertamina, Kini Tak Perlu Buka HP

"Kita masih Rp 7.650. Karena apa? Disubsidi oleh APBN. Jangan tepuk tangan dulu. Ini kita masih kuat, dan kita berdoa supaya APBN masih kuat memberi subsidi. Kalau sudah tidak kuat, mau gimana lagi? Ya kan? Kalau BBM naik ada yang setuju? Tidak. Pasti semua akan ngomong tidak setuju," ujar Jokowi.

Presiden Jokowi lantas mengingatkan bahwa Indonesia masih impor separuh kebutuhan BBM, yakni 1,5 juta barel.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved