Viral
Benarkah Sapi Bisa Menangis dan Sedih Sebelum Disembelih? Dosen Kedokteran Hewan Beri Penjelasannya
Menanggapi video sapi menangis saat hendak disembelih, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Slamet Raharjo memberikan penjelasan.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM -- Viral di media sosial, unggahan video yang memperlihatkan seekor sapi menangis saat akan disembelih.
Video itu mendadak membuat warganet iba setelah diunggah di sebuah akun Instagram.
"Sapinya kena mental," tulis keterangan dalam video tersebut.
Namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah sapi bisa menangis atau sedih saat akan disembelih?
Baca juga: Anies Baswedan Kurban Sapi Nomor 024, Pengamat Politik Sebut dari Warna dan Bobot Bisa Kode Pilpres
Menanggapi video sapi menangis saat hendak disembelih, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Slamet Raharjo memberikan penjelasan ilmiah.
Ia menyebut air mata pada sapi yang akan disembelih tidak ada kaitannya dengan air mata kesedihan.
Slamet menyebut jika air mata itu bisa berasal dari proses pengiriman si sapi dari penjual ke pembeli, atau dari pembeli ke lokasi penyembelihan menggunakan kendaraan.
"Air mata pada sapi kurban biasanya akibat saat transportasi terpapar asap, debu, dan lain-lain. Itu respon fisiologis, pertahanan tubuh untuk membuang benda-benda halus yang menempel pada mata," jelas Slamet, Sabtu (9/7/2022).
Semenatar itu, sapi yang tidak dikirimkan menggunakan transportasi, biasanya tidak akan mengeluarkan air mata.
Baca juga: Nelangsanya Suparno, Niat Hati Masak Daging Sapi, Malah Api Bakaran Menyambar Dinding Rumah
Benarkah sapi bisa sedih?
Ia pun memberikan jawaban dari pertanyaan : apakah sapi bisa merasakan emosi dan menunjukkannya dalam bentuk menangis?
Slamet memastikan jika anggapan sapi menangis karena sedih atau tahu akan disembelih adalah tidak benar.
"Secara psikologis tidak ada. Sapi kalau secara psikologis terancam justru jadi beringas, bukan menangis," ujar dia.
Oleh karena itu, menurutnya tidak benar jika ada yang menganggap sapi menangis, karena sedih akan disembelih.
Slame mengatakan, reaksi menangis pada hewan yang merupakan ekspresi dari kondisi psikologisnya hanya bisa ditemukan pada hewan-hewan primata, seperti kera, monyet, atau orangutan.
"Beberapa hewan seperti primata dikenal psikologis menangis, tapi pada sapi tidak dikenal psikologis menangis, bahkan ketika misal tubuhnya kesakitan pun tidak ada tanda-tanda menangis seperti pada primata," jelas Slamet, dikutip dari Kompas.com.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-sapi-mengeluarkan-air-mata.jpg)