Siap-siap Harga Pertamax Bakal Naik Lagi, Kapan Waktunya? Ini Jawaban Pertamina

Harga BBM non subsidi jenis Pertamax belum mengalami kenaikan sejak penyesuaian yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) pada April 2022 lalu.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
HANDOUT TRIBUNNEWS.COM
Petugas SPBU melakukan pengisian bahan bakar minyak jenis Pertamax. Pertamina menyebut harga Pertamax kemungkinan naik lagi mengikuti harga minyak dunia. 

TRIBUNSOLO.COM -- Pemerintah saat ini sudah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi.

Terbaru, harga BBM jenis Pertamax, akan segera mengalami penyesuaian.

Diketahui, harga BBM non subsidi jenis Pertamax belum mengalami kenaikan sejak penyesuaian yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) pada April 2022 lalu.

Dalam penyesuaian harga yang berlaku Minggu (10/7/2022), Pertamina hanya menyesuaikan harga BBM non subsidi jenis Pertamax Turbo, Dex Series, dan LPG Non Subsidi.

Baca juga: Apakah Harga Pertamax Bakal Naik Ikut Harga Keekonomian Rp 17.900? Pertamina Beri Jawaban Melegakan

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan, pihaknya akan segera melakukan penyesuaian untuk harga Pertamax, tetapi memang tidak berbarengan dengan BBM non subsidi lainnya.

“Namun ke depan, sesuai dengan perkembangan harga minyak dunia, (Pertamax) masih tetap memungkinkan adanya penyesuaian,” jelas Irto saat dihubungi Kompas.com, Senin (11/7/2022).

Irto menyebut penyesuaian harga BBM terus diberlakukan secara berkala sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU).

Pada April 2022 lalu, Pertamina telah menyesuaikan menaikkan harga Pertamax menjadi Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per liter dari sebelumnya Rp 9.000 per liter.

Baca juga: Pertamina Sudah Naikkan Harga BBM hingga Elpiji 5,5 Kg dan 12 Kg, Bagaimana Nasib Pertalite?

Tetapi, harga keekonomian BBM umum RON 92 atau setara Pertamax pada April 2022 diperkirakan mencapai Rp 16.000 per liter, lebih tinggi dari harga keekonomian pada Maret 2022 yang sebesar Rp 14.526 per liter.

Oleh karena itu, penyesuaian harga Pertamax menjadi Rp 12.500 per liter tersebut masih lebih rendah Rp 3.500 dari nilai keekonomiannya.

Irto sendiri menjelaskan penundaan kenaikan harga Pertamax juga dilakukan, karena pihanya masih melihat daya beli masyarakat pada BBM non subsidi tersebut, masih cukup baik.

“Saat ini kami juga masih mempertimbangkan daya beli masyarakat,” jelas Irto.

Adapun alasan Pertamina melakukan penyesuaian harga pada jenis Pertamax Turbo, Dex Series, dan LPG Non Subsidi, menyusul tren harga pada industri minyak dan gas dunia yang juga mengalami kenaikan belakangan ini.

Tercatat, harga minyak ICP per Juni menyentuh angka 117,62 dollar AS per barel, lebih tinggi sekitar 37 persen dari harga ICP pada Januari 2022.

Demikian dengan LPG, tren harga (CPA) masih di tinggi pada bulan Juli ini mencapai 725 dollar AS per Metrik Ton (MT) atau lebih tinggi 13 persen dari rata-rata CPA sepanjang tahun 2021. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved