Polisi Tembak Polisi

Kesaksian Ketua RT di Kompleks Rumah Ferdy Sambo : CCTV Diganti Aparat Tanpa Izin Setelah Penembakan

Kasus penembakan di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo itu masih menyisakan banyak misteri sekaligus berbagai kejanggalan. Salah satunya soal CCTV.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunnews.com/Abdi Ryanda
Ketua RT kawasan rumah Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Irjen Pol (Purn) Seno Sukarto geram tidak ada yang melapor saat kejadian baku tembak terjadi, Rabu (13/7/2022). Ketua RT geram karena CCTV di kompleksnya telah disabotase oleh aparat kepolisian setelah kejadian. Ia juga mengaku baru tahu kejadian dari YouTube. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Insiden saling tembak antara polisi di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat sore, 8 Juli 2022 lalu sampai kini mengundang banyak pertanyaan.

Kasus penembakan di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo itu masih menyisakan banyak misteri sekaligus berbagai kejanggalan.

Salah satu disorot adalah CCTV di rumah Irjen Pol ferdy Sambo yang disebut sudah 2 minggu mati.

Selain CCTV disabotase setelah kejadian, tidak adanya police line saat hari H kejadian, hingga tidak ada ambulans yang lalu lalang membawa korban ke rumah sakit juga menjadi pertanyaan.

Baca juga: Potret Keakraban Brigadir J dengan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Dekat Seperti Keluarga

Hingga kemarin tim khusus yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih menyelidiki insiden yang menewaskan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J itu.

”Tim khusus sudah bekerja dan setelah selesai akan kami sampaikan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu, 13 Juli 2022.

Fakta lainnya ditemukan sehari setelah kejadian penembakan itu, tepatnya pada Sabtu, 9 Juli 2022 atau sehari setelah kejadian.

Perangkat CCTV di kompleks Polri yang pusatnya berada di Pos Satpam disebut-sebut sempat disabotase polisi.

Dekoder CCTV itu diganti oleh polisi tanpa izin ke pengurus lingkungan.

Hal tersebut disampaikan oleh Irjen Pol (Purn) Seno Sukarto yang merupakan Ketua RT 05 RW 01 di kawasan rumah dinas Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Kejanggalan dalam Kasus Polisi Tembak Polisi : Kredibilitas Polri Jadi Taruhannya

Seno menyebut, di kompleks tersebut terpasang sejumlah CCTV di beberapa sudut.

Namun sehari setelah kejadian penembakan, kata Seno, decoder CCTV di kompleks itu diganti oleh polisi.

"Maksudnya (yang diganti) itu bukan CCTV di rumah Pak Sambo, (tapi) CCTV alatnya yang di pos. Iya (diganti polisi)," kata Seno kepada wartawan, Rabu (13/7/2022).

Dirinya sendiri baru mengetahui sabotase CCTV itu pada Senin (11/7).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved