Berita Solo Terbaru

Dulu Kasus Penggelapan, Wanita Sukoharjo Ini Kembali Masuk Bui Gegara Buat Arisan Online Fiktif

Polresta Solo berhasil meringkus wanita asal Sukoharjo yang membuat arisan online fiktif. Dia ternyata merupakan residivis kasus penggelapan di 2017

TribunSolo.com/Agil Tri
Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, saat menunjukkan rekening koran barang bukti kasus arisan fiktif di Mapolresta Solo. ACP, sang pelaku berhasil mendapatkan uang hingga Rp400 juta dari penipuan yang dilakukannya ini. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - ACP (32) warga Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo kembali harus berurusan dengan hukum.

Wanita tersebut merupakan residivis kasus penggelapan mobil pada tahun 2017 lalu.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, ACP kembali ditangkap karena melakukan penipuan dengan membuat slot arisan online fiktif.

Baca juga: Jersey Latihan Persis Solo saat Laga vs Putra Delta Sidoarjo Ternyata Digandrungi Fans Persis

Baca juga: Peringatan Hari Pajak di Solo, Kanwil DJP Jateng II Optimis Target Pajak Tercapai 

"Dia dilaporkan dua korbannya, dengan TKP di Kelurahan/Kecamatan Banjarsari, Kota Solo," kata Ade, kepada TribunSolo.com, Jumat (15/7/2022).

Tersangka melakukan aksinya pada periode waktu bulan Agustus hingga September 2021.

Dari dua korbannya, dia sukses meraup uang sebesar Rp 400 juta.

Kapolresta mengatakan, korban dari tersangka ini ternyata tidak hanya dua orang tersebut.

"Tersangka juga dilaporkan di dua Polres berbeda, yakni di Polres Sukoharjo dan Karanganyar terkait kasus serupa," ujarnya.

Ade menjelaskan, modus yang digunakan ACP adalah mengiming-imingi korbannya dengan keuntungan 30-40 persen dari jumlah slot arisan yang didapat.

Baca juga: Cerita Warga Penghuni Bong Mojo Solo : Rela Tinggal di Tanah Kuburan karena Himpitan Ekonomi

Baca juga: 4 Kali Curi Barang Teman Sekos di Solo, Aksi Pencurian Warga Ponorogo Ini Terbongkar Rekaman CCTV

"Jadi slot arisan itu nilainya Rp10 juta kemudian ditawarkan menjadi Rp 6-7 juta. Tetapi pelaku menjanjikan utuh," terangnya.

Namun demikian, janji tersebut tidak ditepati dengan dalih uang tersebut masih dipakai oleh pemenang arisan yang lain.

"Pada akhirnya korban melaporkan terkait tindakan yang terjadi. Dan tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya," beber Ade.

Kapolresta pun mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban slot arisan fiktif AP segera membuat laporan ke Polresta Solo agar bisa segera ditindaklanjuti.

Baca juga: Beginilah Gaya Hidup Bos Arisan Fiktif di Solo : Sering Pamer, Beli Tanah 1 Hektar & Liburan ke Bali

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved