Kuliner Klaten

Mencicipi Nasi Goreng Gerobak Jalan Sersan Sadikin, Klaten, Dimasak Mantan Koki Masakan Eropa Jepang

Umumnya nasi goreng biasa disajikan dengan tambahan telur dadar atau mata sapi, kerupuk, lalapan seperti timun dan tomat serta acar.

Penulis: Ibnu Dwi Tamtomo | Editor: Rifatun Nadhiroh
Kolase TribunSolo
Nasi Goreng Gerobak Jalan Sersan Sadikin 

TRIBUNSOLO.COM - Nasi goreng adalah salah satu kuliner nusantara yang digemari banyak orang Indonesia.

Kita bisa dengan mudah menemukan menu masakan nasi goreng dari pinggir jalan hingga restoran mewah.

Umumnya nasi goreng biasa disajikan dengan tambahan telur dadar atau mata sapi, kerupuk, lalapan seperti timun dan tomat serta acar.

Untuk harga nasi goreng di pinggir jalan, biasanya harga Rp 10 ribu sampai 15 ribu.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Naik Lagi, Kasus Baru Tembus 4.329

Salah satu pedagang kaki lima nasi goreng di Kabupaten Klaten, tepatnya di Jalan Sersan Sadikin, Desa Mayungan, Kecamatan Ngawen, ada gerobak dorong milik mantan koki restoran yang kini memilih membuka usahanya sendiri setelah mundur dari restoran yang berlokasi di Jakarta.

Suyitno (35) mengaku sudah setahun membuka nasi goreng di pinggir jalan, setelah keluar dari pekerjaan lamanya sebagai koki di restoran Jepang dan Eropa di DKI Jakarta. 

Setelah melewati berbagai perjalanan hidup sebagai koki, di tahun 2016 ia memulai mandiri berjualan nasi goreng dengan gerobak, beberapa kali pindah tempat untuk jualan nasi goreng. 

"Saya pernah buka di Desa Kwaren (Kecamatan Ngawen) sempat ramai tapi lambat laun jadi sepi," ungkapnya. 

"Akhirnya saya buka nasi goreng keliling pakai motor sampai 4 tahun. Waktu jualan pakai motor ramai sampai 40 porsi, banyak pelanggan saya di perumahan-perumahan, tapi berhenti karena pandemi covid," tambahnya. 

Sempat banting setir menjadi penjual sate selama beberapa waktu, namun dirinya memutuskan untuk kembali berjualan nasi goreng di tempatnya saat ini karena banyak orang yang ingin mencoba nasi goreng buatan mantan koki restoran Eropa dan Jepang itu. 

Baca juga: Kisah Pelawak Yadi Sembako Sempat Koma dan Alami Mati Suri, Sadar Setelah Divideo Call Gus Anom

Dikatakan Suyitno meski terlihat biasa bumbu yang dipakai merupakan olahannya bersama istri.

Mencoba berulang kali dan gagal hingga akhirnya kini sudah mendapat racikan yang pas. 

"Kalau soal rasa saya berani di adu dengan nasi goreng buatan restoran, soalnya bumbu nasi goreng saya enggak seperti yang biasa dipakai pedagang nasi goreng, ini racikan khusus," akunya.

"Mertua saya saja sampai enek karena berulang kali nyoba nasi goreng saya sampai akhirnya nemu resep yang sekarang," tambahnya. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved