Virus Corona

Epidemiolog Minta Masyarakat Waspada : Puncak Covid-19 Diprediksi Agustus, Krisis Sampai Oktober

Dicky Budiman memprediksi puncak gelombang keempat pandemi Covid-19 terjadi di awal Agustus atau paling cepat akhir Juli 2022.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
AFP/MOHD RASFAN
Penumpang yang mengenakan alat pelindung diri (APD) mengantre untuk check-in penerbangan mereka di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) di Sepang pada 29 November 2021, ketika negara-negara di seluruh dunia menutup perbatasan dan memperbarui pembatasan perjalanan sebagai tanggapan atas penyebaran virus corona. variasi virus corona Covid-19 baru yang sangat bermutasi yang dijuluki Omicron. Pakar epidemiologi memprediksi gelombang ke-4 Covid-19 pada akhir Agustus 2022 di Indonesia.(Photo by Mohd RASFAN / AFP) 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- Pakar epidemiologi Griffith University Dicky Budiman mengingatkan masyarakat Indonesia jika pandemi Covid-19 masih mengancam.

Bahkan terbaru, Dicky Budiman memprediksi puncak gelombang keempat pandemi Covid-19 terjadi di awal Agustus atau paling cepat akhir Juli 2022.

Walaupun memprediksi bahwa puncak gelombang keempat Covid-19 bakal terjadi pada awal Agustus 2022, Dicky menyebut krisis dari gelombang ini dapat terjadi hingga awal Oktober.

Ia pun mewanti-wanti Indonesia agar bersiap jika benar masa krisis sampai Oktober.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Kembali Naik, Tembus 5.085 Orang per Selasa 19 Juli 2022

Sementara itu, Dicky menekankan untuk tetap waspada.

"Namun masa krisis dari gelombang keempat ini bisa sampai awal Oktober,” tuturnya pada Tribunnews, Rabu (20/7/2022).

“Ini karena selain sub varian BA.4 dan BA.5 yang mendominasi, ada juga kehadiran BA.2.75 yang berpotensi memperpanjang masa kritis," ungkapnya.

Kendati demikian, Dicky menyebut bahwa jumlah orang yang masuk ICU atau pun kematian memang cenderung lebih rendah pada gelombang keempat.

Baca juga: Menko Polhukam Mahfud MD Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Ibadah Haji

"Tapi akan tetap ada. Kita harus ingat proporsi yang masuk. Misalnya masuk rumah sakit, kematian, itu tetap signifikan dibandingkan dengan jumlah penduduk yang besar," ucapnya.

Dicky melanjutkan, masyarakat harus tetap waspada.

Halaman
12
Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved