Berita Karanganyar Terbaru

Ratusan Kilometer Jalan di Karanganyar Rusak, Kabid Bina Marga DPUPR: Grompol-Jambangan Rusak Berat

Ratusan kilometer jalan di Kabupaten Karanganyar rusak. Jalan Grompol-Jambangan disebut rusak berat, sementara yang paling banyak rusak di Gondangrejo

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Kondisi Jalan Grompol-Jambangan, di Perbatasan Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar yang rusak parah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Ratusan kilometer jalan di Kabupaten Karanganyar mengalami kerusakan di tahun 2022.

Seiring anggaran infrastruktur berkurang dan beban jalan bertambah membuat kondisi jalanan di Kabupaten Karanganyar memburuk.

Hal itu diperparah dengan minimnya peningkatan kelas jalan di Kabupaten Karanganyar.

Baca juga: Pemilik Mobil di Karanganyar Bisa Mulai Daftar di Website MyPertamina, Syarat Beli BBM Bersubsidi

Baca juga: Cicipi Es Semangka di Karanganyar, Minuman Viral Asal India Pelepas Dahaga, Cara Membuatnya Mudah

Kabid Bina Marga DPUPR Karanganyar, Margono mengatakan pada tahun 2019, kondisi mantap jalan 86,45 persen. Sedangkan pada tahun 2020 berkurang menjadi 84,28 persen.

Kemudian pada tahun 2021, berkurang lagi menjadi 82,12 persen.

"Parameternya pada kondisi mantap jalan yang menurun serta kondisi tidak mantap jalan yang bertambah," kata Margono kepada TribunSolo.com, Kamis (21/7/2022).

Margono mengungkap perhitungan pada obyek jalan berstatus Kabupaten Karanganyar sepanjang 1.046,51 kilometer. 

Dari situ bisa diklasifikasikan ada sekitar 437,86 kilometer berkondisi baik, 421,56 kilometer dalam kondisi rusak sedang, 144,41 kilometer jalan rusak ringan dan 42,68 kilometer jalan dalam kondisi rusak berat.

"Rusak berat ini seperti Grompol-Jambangan, tapi paling banyak di Gondangrejo," ujar Margono.

Baca juga: Ratusan Koperasi di Karanganyar Mati Suri, Pimpinan DPRD Sebut Pengurus Tak Tahu Cara Mengelola

Baca juga: Teganya, Catut Nama RPP Karanganyar, Korban Kecelakaan Harus Bayar Rp 500 Ribu Demi Pakai Ambulans

Dia menuturkan, perbaikan jalan secara menyeluruh membutuhkan anggaran besar.

Padahal alokasi anggaran daerah sangat terbatas. 

Bahkan, kata dia, dalam pengerjaan yang bersifat peningkatan jalan itu nyaris tak ada anggaran.

Dia mengatakan pihaknya masih memiliki anggaran tambal sulam atau perbaikan sementara.

Dan pemeliharaan jalan tersebut dikerjakan melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT) DPUPR di masing-masing wilayah.

"Ini saja kita belum tahu apakah disetujui atau tidak, kita baru sebatas mengusulkan," ungkap Margono.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved