Breaking News:

Kuliner Solo

Mencicipi Kepelan, Camilan Sederhana nan Legendaris Khas Pedan Klaten, Rasanya Ngangenin

Kepelan nikmat saat dikonsumsi ketika masih hangat ditambah dengan cocolan saos, bisa berupa saos sambal, tomat, atau sambal kacang.

Penulis: Ibnu DT | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/IBNU DWI TAMTOMO
Menu kepelan Mbah Suwarni, di Dukuh Ciro, Desa Keden, Kecamatan Pedan, Selasa (26/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Ada banyak kuliner khas Klaten, namun tidak lengkap rasanya jika Tribuners tidak mencoba cemilan atau jajanan unik satu ini, yaitu kepelan atau biasa disebut kepel. 

Kepelan adalah camilan khas dari Desa Keden, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.

Bahan dasarnya pun sangat sederhana, yakni hanya terdiri dari tepung terigu, bawang merah, bawang putih, garam, air dan sedikit penyedap rasa. 

Baca juga: Rekomendasi Kuliner Malam di Solo yang Wajib Dicicipi, Dijamin Menggugah Selera

Semua bahan dihaluskan dan dicampur hingga menjadi sebuah adonan, setelah itu baru digoreng kecil-kecil dengan cara mengambil adonan dengan menggunakan tangan dan dikepalkan. 

Mbah Suwarni menggorang kepelan
Mbah Suwarni menggoreng kepelan, di lapaknya di Dukuh Ciro, Desa Keden, Kecamatan Pedan, Selasa (26/7/2022).

Sebab itulah, makanan ini disebut kepelan, yang dalam bahasa Indonesia diartikan kepalan tangan, karena cara membuatnya cukup adonan itu dibentuk dengan mengepalkan tangan. 

Kepelan akan lebih nikmat saat dikonsumsi ketika masih hangat ditambah dengan cocolan saos, bisa berupa saos sambal, tomat, kacang atau bisa disesuaikan dengan selera.

Jika mampir ke Dukuh Ciro, Desa Keden, Kecamatan Pedan, Tribuners bisa mampir ke salah satu warung penjual kepelan milik Mbah Suwarni (63). 

Baca juga: Mencicipi Soto Gedhek Karto Ngali, Kuliner Legendaris di Klaten Sudah Ada Sejak 1958

Dia mengaku jika sudah menggeluti olahan makanan berbahan dasar tepung terigu itu sejak 37 tahun yang lalu. 

Dirinya menceritakan, jika sebelum berjualan di rumah, dahulu sempat berjualan di Pasar Klepu, Kecamatan Ceper selama 15 tahun dan 22 tahun kemudian memutuskan pindah untuk berjualan di rumah karena saat itu memiliki momongan. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved