Berita Daerah

Wakil Ketua DPRD Jogja Minta Dugaan Pemaksaan Jilbab di SMAN 1 Banguntapan Tak Dibesar-besarkan

Ia meminta agar dugaan pemaksaan penggunaan jilbab di SMAN 1 Banguntapan Bantul tidak dibesar-besarkan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
(THINKSTOCK)
Ilustrasi jilbab. 

TRIBUNSOLO.COM - Seorang siswa kelas 10 atau 1 SMA Negeri 1 Banguntapan mengaku sempat dipaksa oleh Guru BK untuk mengenakan jilbab.

Akibatnya siswi berusia 16 tahun itu disebut mengalami depresi.

Pihak sekolah menyebut, guru BK tidaklah memaksa, hanya memberikan tutorial berhijab karena siswi tersebut mengaku belum pernah memakai hijab.

Baca juga: Nicholas Sean Putra Sulung Ahok Blak-blakan tentang Kehidupannya, Ungkap Alasan Kenapa Muncul di TV

Wakil Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Huda Tri Yudiana angkat bicara terkait masalah tersebut.

Ia meminta agar dugaan pemaksaan penggunaan jilbab di SMAN 1 Banguntapan Bantul tidak dibesar-besarkan.

Menurut Huda, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY telah memberikan solusi terbaik.

"Masalah jilbab siswi SMA di Bantul jangan dibesar-besarkan,"

"Dinas Dikpora sudah memberikan solusi yang baik, jika siswi tersebut tidak nyaman bersekolah difasilitasi untuk pindah sekolah," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (3/8/2022).

Baca juga: Ojak Menjauh Popi Pindah dari Kontrakan, Poppy Bunga Tak Bakal Balik Lagi ke Tukang Ojek Pengkolan?

Lebih lanjut Huda mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Guru di SMA Banguntapan adalah hal yang wajar, karena telah menyarankan yang danggap baik kepada siswinya.

"Seseorang mungkin saja salah dalam komunikasi, tetapi sebaiknya proporsional saja,"

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved