Berita Terbaru Boyolali

Petani Kopi Nasabah PNM Ampel Dilatih Cara Panen & Olah Biji Kopi yang Benar: Agar Nilai Jual Tinggi

Desa Banyuanyar sendiri memiliki potensi kopi yang cukup besar untuk dikembangkan. Pasalnya, masih banyak perkebunan kopi yang ada disana.

TRIBUNSOLO.COM
Petani Kopi Nasabah PNM di Ampel Dilatih Cara Panen dan Olah Biji Kopi yang Benar: Agar Nilai Jual Tinggi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM) khususnya PNM Mekaar Ampel di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel Boyolali diberi pelatihan cara pengolahan biji kopi yang benar.

Di wilayah tersebut terdapat 5 kelompok ibu ibu Mekaar yang setiap kelompok minimal terdapat 10 nasabah dengan mayoritas usaha yang dijalani adalah petani kopi.

Sebagaimana diketahui, Desa Banyuanyar sendiri memiliki potensi kopi yang cukup besar untuk dikembangkan. Pasalnya, masih banyak perkebunan kopi yang ada disana.

Baca juga: Tak Lagi Anggap Syirik, Ini Alasan Abu Bakar Baasyir Akui Pancasila : Sempat Lakukan Kajian Panjang

Adapun komoditas kopi disana memiliki rasa khas dengan aroma nangka yang manis. Warga setempat menyebutnya sebagai kopi barendo atau lebare londo maupun legandar.

Soal produksinya, tak perlu dipertanyakan lagi. Desa Banyuanyar bisa menghasilkan 10 ton biji kopi dengan luas perkebunan sebesar 10 hektar yang ditanami pohon kopi.

Namun potensi yang besar itu dinilai belum dikelola secara maksimal. Cara pemeliharaan maupun pemanenan masih sederhana karena keterbatasan informasi yang diterima warga setempat.

Baca juga: Kulineran di Waduk Cengklik Boyolali Sambil Lihat Sunset: Ada Nasi Pecel Wader di Warung Makan Denis

Selain itu, proses pengolahan pasca panen yang dilakukan petani juga masih sangat sederhana. Tak hanya itu, pemanfaatan limbah kulit kopi untuk produk turunan juga perlu ditingkatkan.

Permasalahan tersebut memengaruhi harga jual komoditas kopi.

Sehingga perlu diatasi dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat agar meningkatkan kapasitas usaha nasabah.

Pelatihan yang diberikan oleh PNM yakni tentang proses panen, penyimpanan pasca panen dan olahan limbah kulit kopi sehingga diharapkan nilai jualnya bisa lebih tinggi.

Lebih jauh, sasaran dari kegiatan pelatihan ini adalah nasabah PNM Mekaar di Regional Solo Area Boyolali 1 dengan jumlah 30 nasabah. Pelatihan tersebut rencananya bakal digelar selama tiga kali secara tatap muka.

Baca juga: Kisah Tragis Junaesih Dibunuh oleh Suami yang Merupakan Paman Kandungnya, Mayatnya Dibungkus Karung

Diharapkan, usai mendapatkan pelatihan itu, para petani nasabah PNM bisa meningkatkan skill mereka yang bermuara pada pengembangan usaha serta pendapatan para petani.

Nantinya, diharapkan Desa Banyuanyar bukan hanya menjadi desa wisata, melainkan juga diharapkan menjadi rujukan riset dan studi banding di bidang pengolahan kopi maupun produk lainnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved