Berita Klaten Terbaru

Kisah Eks Buruh Batik di Kebon Klaten: Dulu Korban Gempa, Kini Pasarkan Produk hingga Luar Negeri

Ibu-ibu di Kebon, Klaten ini kuat. Mereka bangkit dari dampak gempa yang membuat mereka menganggur. Kini bisa mengirim produk hingga luar negeri.

Penulis: Ibnu DT | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Sri Windarti (48) menunjukkan kain batik yang jadi produk unggulan di desanya. Mereka menyebut batik buatannya dengan nama karya batik Kebon Indah dari Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Klaten. Pemasarannya sudah sampai mancanegara. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kisah perjuangan para mantan buruh batik di Klaten ini bisa menjadi contoh kebangkitan ekonomi. 

Mereka pernah terpuruk karena dihantam gempa, namun bisa bangkit sampai membuat produk batik yang berkelas.

Adalah warga Desa Kebon, Kecamatan Bayat yang menciptakan karya batik Kebon Indah.

Karya mereka dikenal di beberapa negara di benua Eropa dan Amerika.

Sri Windarti (48), merupakan salah satu diantara perajin batik di Desa Kebon yang ikut berperan dalam suksesnya kerajinan batik hingga keluar negeri. 

"Batik Kebon Indah sudah kita pasarkan ke seluruh Indonesia hingga ke luar negeri, Kalau di luar negeri pasar kita sudah sampai Amerika dan Itali," ucap Windarti kepada TribunSolo.com, Sabtu (6/7/2022). 

Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, meski jauh dari ingar bingar perkotaan, desanya mampu memanfaatkan pasar online sebagai jalan untuk menjual produknya tak hanya ke penjuru Indonesia namun juga ke mancanegara. 

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan awal mula batik dari desanya berhasil menembus pasar mancanegara. 

"Kalau untuk konsumen luar negeri itu kebetulan orang yang datang langsung ke kita, yang akhirnya menjadi jembatan kita untuk memasarkan produk ke luar negeri, karena kebetulan beliau ini tinggal di Amerika," tambahnya.

Ditambahkan olehnya, jika pesanan yang dikirim ke luar negeri terlebih dahulu dipesan jauh-jauh hari sebelumnya lantaran motif yang disesuaikan dengan pesanan. 

Tak cukup sampai disitu saja, nanti pada bulan Oktober dirinya akan mewakili desanya untuk melakukan pameran.

"Nanti sekitar bulan Oktober saya juga akan ke luar negeri untuk memamerkan hasil batik dari Desa kami, nanti kita akan pamerkan melalui konsulat jenderal yang ada di sana," tambahnya. 

Semua batik yang dibuat oleh Batik Kebon Indah adalah batik tulis, selain itu pewarna yang digunakan juga murni pewarna alami.

Baca juga: Hore! Kawasan Sangiran Bakal Punya Motif Batik Khas Sendiri, Produk Bakal Dipasarkan Secara Digital 

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved