Berita Nasional

Ini Lho Alasan Pertalite Sempat Kosong di Sejumlah SPBU, Benarkah Gara-gara Stok Sudah Habis?

Stok Pertalite kosong di beberapa SPBU. Hal ini sempat viral, bahkan banyak diunggah oleh beberapa pengguna sosial media.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi - Petugas melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) pertalite ke sepeda motor di SPBU 3440236, Jalan Laswi, Kota Bandung. Belakangan stok Pertalite di sejumlah SPBU kosong, Pertamina beberkan penyebabnya. 

TRIBUNSOLO.COM - PT Pertamina (Persero) menyebut jika stok bahan bakar minyak jenis Pertalite dan Solar subsidi saat ini dalam kondisi aman.

Hal itu dipastikan Perseroan, setelah beredarnya informasi terkait Pertalite kosong di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Sebagaimana diungkapkan Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, stok Pertalite secara nasional aman untuk 18 hari ke depan.

Baca juga: Stok Pertalite Menipis, Pertamina Tunggu Perintah Presiden Jokowi Batasi Masyarakat Beli Pertalite

Sedangkan solar, dalam kondisi tersedia untuk 19 hari ke depan.

"(Stok) Pertalite di 18 hari dan solar 19 hari, dan terus diproduksi. Stok aman," ucap Irto kepada Tribunnews, (13/8/2022).

Dikutip dari Kompas, stok Pertalite kosong di beberapa SPBU.

Hal ini sempat viral, bahkan banyak diunggah oleh beberapa pengguna sosial media.

Baca juga: Negara Mulai Megap-megap Subsidi BBM, Jokowi Sebut Harga Pertalite Seharusnya Rp 17 Ribu

Area Manager Comm Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan menjelaskan stok pertalite kosong terjadi terjadi akibat keterlambatan pengiriman di tengah konsumsi bahan bakar yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

"(Stok Pertalite kosong di SPBU), kemarin sempat terjadi keterlambatan pengiriman ke SPBU karena kendala teknis. Saat ini stok BBM termasuk pertalite dalam keadaan aman dan mencukupi kebutuhan, termasuk stok di SPBU,” ujar Eko.

Kuota Pertalite dan Solar Kian Tipis

Dalam laporannya, Pertamina juga menyebutkan, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite telah mencapai 16,8 juta kilo liter (KL) hingga Juli 2022.

Lantas untuk BBM jenis solar subsidi, pada periode yang sama tercatat telah tersalurkan sebanyak 9,9 juta KL.

Apabila ditilik lebih lebih lanjut, kuota jenis BBM bersubsidi tersebut kian tipis.

Baca juga: Kuota BBM Subsidi Menipis Pertalite Bakal Langka, Ekonom: Penyaluran BBM Subsidi Harus Tepat Sasaran

Untuk diketahui, BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi jumlah kuotanya dibatasi oleh Pemerintah.

Pertalite pada tahun ini jumlah kuotanya 23 juta KL. Sementara Solar subsidi jumlah kuotanya sebesar 14,9 juta KL.

“Hingga Juli, solar subsidi sudah tersalurkan 9,9 juta KL, sementara kuotanya 14,9 juta KL. Sementara pertalite, hingga juli sudah tersalurkan 16,8 juta KL, dari kuota 23 juta KL,” papar Irto. (*)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved