Berita Boyolali Terbaru

Pecah Rekor, Harga Telur Ayam di Boyolali Tembus Rp31 Ribu per Kg! Diprediksi Bakal Terus Melejit

Untuk pertama kalinya, harga telur ayam di Boyolali menembus angka Rp31 ribu. Kenaikan harga telur itu diprediksi masih terus akan berlanjut

TribunSolo.com/Tara Wahyu Nor Vitriani
Ilustrasi telur ayam. Harga telur ayam di Boyolali sudah menembus angka Rp31 ribu per kilogram. Namun angka itu dipastikan masih akan terus melejit 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Sepanjang sejarah harga telur ayam negeri di Boyolali, baru belakangan ini mencatatkan rekor paling tinggi.

Harga telur ayam negeri di pasaran kini tembus Rp30 ribu/kilogram (kg).

Bahkan, ada yang menjual sampai Rp 31-33/kg.

Padahal, di Boyolali bisa dibilang banyak sentra-sentra peternakan ayam layer.

Salah satu pedagang telur ayam negeri di Pasar Mangu, Ngemplak yakni Darojat menyebut, harga telur ayam negeri terus mengalami kenaikan sejak dua pekan kemarin.

Baca juga: Kagetnya Emak-emak di Kanoman Boyolali : Bangun Dini Hari, Lihat Dapur Rumah Tetangga Dilalap Api

Baca juga: Sebulan PTM Tak Ada Guru & Siswa yang Terpapar Covid-19, Ini Cara Jitu dari Disdikbud Boyolali

Harga telur yang semula Rp 23 ribu/kg, hampir setiap hari mengalami kenaikan harga.

“Naik. Kadang sehari naik Rp1.000, kadang Rp500, pernah juga Rp300. Saat ini tembus Rp 30 ribu,” kata Darojat, kepada TribunSolo.com, Kamis (25/8/2022).

Menurutnya, naiknya harga telur ini disebabkan pasokan dari peternak yang berkurang.

Dia yang semula mendapat pasokan telur dari 3 distributor, saat ini hanya dipasok oleh satu distributor saja.

Itupun dibatasi, hanya 2-3 kotak per harinya.

“Permintaan telur kan saat ini stabil. Apalagi beberapa hari lagi, pasti permintaannya meledak. Karena bulan Suro (kalender jawa) sudah selesai,” jelasnya.

Dia pun memperkirakan harga telur masih akan terus naik, seiring semakin tingginya permintaan.

Baca juga: Pedagang Sapi Dapat Angin Segar, Pasar Hewan Jelok Boyolali Bakal Dibuka

Baca juga: Nasib Sopir Truk Pasir di Jalan Jatinom-Boyolali : Dilempar Batu oleh Rombongan Pemotor, Kaca Retak

Eko, pedagang di teras, mengungkapkan hal senada.

“Kemarin saja sudah Rp31 ribu. Kemungkinan juga masih akan terus naik,” jelasnya.

Erfak, salah satu peternak, mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar.

Sebab, produksi telur berkurang akibat populasi ayam yang dikurangi saat puncak Pandemi Covid-19.

“Kalau dulu sebelum pandemi, sehari bisa 50 kotak. Kalau sekarang tinggal 30 kotak,” pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved