Berita Solo Terbaru

Kurikulum Merdeka SMAN 5 Surakarta: Garap Tiga Tema Proyek, Wirausaha - Bhinneka Tunggal Ika 

SMAN 5 Surakarta saat ini menerapkan kurikulum merdeka. Ada berbagai proyek yang bakal dilaksanakan sampai tahun 2023 nanti.

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Siswa SMAN 5 Surakarta saat mempresentasikan Proyek (P5) Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan pedagang. 

Laporan wartawan Tribunsolo.com, Eka Fitriani 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Siswa kelas 10 SMAN 5 Surakarta saat ini tengah disibukkan dengan agenda proyek yang merupakan bagian dari Proyek (P5) Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Terdapat 3 tema di setiap tahunnya di SMAN 5 Surakarta.

“Tema tahun ini untuk kelas 10 Kewirausahaan, lalu ada Kearifan Lokal dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Waka Kurikulum SMAN 5 Surakarta, Joko Sarono, Jumat (26/8/2022) siang.

“Setiap tema ada waktunya sendiri, mulai Juli 2022-April 2023,” katanya.

Joko membeberkan bahwa projek tersebut merupakan salah satu pengaplikasian dari sistem kurikulum Merdeka Belajar.

SMAN 5 Surakarta sendiri saat ini mengaplikasikan Mandiri Berubah.

Joko membeberkan untuk tema Kewirausahaan, siswa mulai dibekali materi sejak Juli-September 2022.

Baca juga: Siswa SMAN 5 Surakarta Lakukan Observasi Kewirausahaan, Turun Langsung Belajar Bisnis di Lapangan 

“Kalau untuk tema lainnya Kearifan Lokal itu mulai Oktober-Desember 2022,” katanya.

“Sedangkan Bhinneka Tunggal Ika mulai Maret-April 2023,” katanya.

Setiap proyek siswa diberi 4 guru pendamping di setiap kelas yang terdiri dari 1 koordinator dan 3 pendamping.

“Karena ini kan memang proyek baru ya, jadinya 1 koordinator nanti akan memberikan ilmu kepada 3 pendampingnya,” katanya.

“Nanti saat proyek ini berjalan, 3 pendamping tersebut sudah memahami sistemnya seperti apa,” katanya.

Joko mengatakan. beberapa materi yang diajarkan tidak sekedar membaca buku namun juga langsung praktek dengan observasi hingga presentasi.

Siswa bahkan diberikan materi untuk wawancara dan observasi untuk melihat secara langsung sistem bisnis dengan pengusaha di Solo Raya.

Mulai dari pebisnis makanan hingga fashion didatangi oleh siswa.

“Siswa diberi kebebasan untuk memilih,” katanya.

Selain itu, kelas proyek tersebut juga mengadakan seminar yang menghadirkan alumni yang sudah sukses beriwirausaha.

Hal tersebut dilakukan untuk memberikan penguatan siswa terkait wirausaha. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved