Berita Solo Terbaru

Tabrak Lari Terjadi Lagi di Flyover Manahan, CCTV Sudah Beda, Kali ini Pelaku Bisa Terungkap?

Kepala Dinas Perhubungan atau Dishub Kota Solo, Taufiq Muhammad memastikan, kualitas CCTV di flyover Manahan sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.

TribunSolo.com/H Asep Abdullah Rowi
Flyover Manahan. Kembali jadi lokasi tabrak lari. 

Adapun CCTV yang merekam kejadian tabrak lari pada 25 Agustus 2022 tersebut berada di simpang Y.

"CCTV sudah diserahkan ke kepolisian, yang merekam dari CCTV yang di tengah, menghadap ke Jalan Moewardi kawasan Kotabarat," terang Taufiq.

Korban Salah

Sementara, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Solo, Kompol Agus Santoso, mengatakan EM yang diduga menjadi korban tabrak lari di Fly Over Manahan melakukan kesalahan, karena melanggar marka jalan. 

Pelanggaran tersebut, dijelaskan Agus, EM nekat masuk ke jalan Fly Over Manahan yang hanya diperuntukkan satu arah yakni dari jalan MT Haryono menuju Jalan dr Moewardi. 

Karena hal itu, EM yang mengendarai sepeda motor roda dua itu bersenggolan dengan kendaraan yang satu arah. 

Sehingga, kendaraan bermotor tersebut jatuh di ruang jalan yang dipergunakan untuk kendaraan satu arah. 

"Di flyover itu sempit, dikhususkan untuk kendaraan satu arah melawan arah jalannya seperti itu. Senggolan jatuh, posisi yang salah yang sepeda motornya," ungkapnya. 

Padahal, lanjut dia, sudah terpasang rambu-rambu bahwa untuk Flyover arah MT Haryono hanya satu arah.

"Karena disitu ada rambu dilarang masuk itukan dilarang masuk dan tidak ada kendaraan diarah situ selain dia," jelasnya.

Agus mengatakan pihaknya masih melakukan pencarian terhadap mobil yang menabrak.

"Mobil proses (pencarian), selanjutnya ini masih ditindaklanjuti dari Kanit Gakkum (Kepala Unit Penegakan Umum) Lantas, masih diproses keberlanjutannya," jelasnya.

Sedangkan untuk pengendaraan motor, dirinya belum bisa memastikan apakah akan mendapatkan sanksi tilang atau tidak. 

"Nanti kita lihat, artinya begini tetap profesional, artinya ada aduan mau kita tindak lebih cepat. Untuk sanksi belum, kita lihat prosesnya seperti apa," teranganya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved