Berita Sukoharjo Terbaru

Abu Bakar Baasyir Diterpa Isu Negatif Setelah Video Ceramahnya Viral, Keluarga Nilai Ada Provokator 

Abu Bakar Baasyir kembali menjadi sorotan setelah ceramahnya viral. Pihak ponpes menanggapi ceramah tersebut disebar secara tidak utuh.

TribunSolo.com/Erlangga Bima
Menteri Koordinator Bidang Pembagunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy dengan bersebelahan dengan Abu Bakar Ba'asyir di Ponpes Al Mukmin Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Isu negatif kembali menerpa Abu Bakar Baasyir usai video ceramahnya beredar di media sosial.

Dalam video yang tersebar itu, Abu Bakar Baasyir berceramah di hadapan alumni Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki.

Di sela ceramahnya, Abu Bakar Baasyir sempat menyebut bahwa pemerintah Indonesia tagut karena tidak menjalankan syariat islam dalam menjalankan sebuah negara.

Selain itu, pernyataan Abu Bakar Baasyir yang juga menjadi perhatian adalah ketika dia menyebut dirinya teroris.

Sejumlah video yang beredar memang tidak utuh, melainkan dipotong-potong.

Saat dikonfirmasi, putra Abu Bakar Baasyir, Abdul Rochim Baasyir tak memungkiri adanya sejumlah tudingan negatif yang dilayangkan ke Abu Bakar Baasyir usai video tersebut beredar.

Menurutnya ada pihak yang sengaja menyebarkan video tersebut namun dengan versi yang telah dipotong-potong untuk membuat citra negatif kepada Abu Bakar Baasyir.

Baca juga: Ternyata Jokowi yang Mengutus Menko PMK Datangi Ponpes Milik Abu Bakar Baasyir, Ini Alasannya

"Saya melihat beliau malah jadi korban, kalau video yang versi lengkap saya rasa orang-orang memahami yang dimaksud beliau itu apa," kata dia, kepada TribunSolo.com, Selasa (30/8/2022).

Iim begitu dia kerap disapa mengatakan, yang dimaksud oleh Abu Bakar Baasyir adalah ingin Indonesia diatur dengan syariat Islam, namun tidak melanggar Pancasila. 

Dia menilai, ada pihak yang tidak suka dengan Abu Bakar Baasyir yang kemudian mengunggah video tersebut dengan versi tidak lengkap sehingga menimbulkan persepsi seolah-olah Abu Bakar Baasyir melawan negara. 

"Lalu mengaku dirinya sebagai teroris, padahal kalau dilihat secara utuh disitu beliau mengatakan yang dimaksud itu teroris baik," jelasnya. 

"Ini kan hasil pikiran beliau ya, bahwa teroris itu ada dua yakni teroris baik dan buruk. Kalau teroris baik itu yang meneror keburukan, kemudian teroris buruk meneror kebaikan. Setuju silakan, tidak setuju ya silakan kan seharusnya begitu," imbuh dia. 

Atas kondisi itu, pihaknya menilai bahwa ada pihak yang sengaja memprovokasi dan membuat Abu Bakar Baasyir dirugikan.

Dia berharap, negara bersikap tegas dengan oknum provokator itu. 

Iim menambahkan, video tersebut merupakan video baru yang direkam saat Abu Bakar Baasyir memberikan ceramah di hadapan alumni Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki. 

Namun, dia tidak bisa memastikan kapan video tersebut diambil. Yang jelas, video tersebut diambil beberapa hari setelah upacara bendera pertama yang digelar di Ponpes. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved