Polisi Tembak Polisi

Putri Candrawathi Pakai Baju Serba Putih di Rekonstruksi Brigadir J, Peragakan Sejumlah Adegan

Putri tak memakai pakaian tahanan oranye seperti tersangka lainnya, walaupun dirinya berstatus tersangka.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Tribunnews
Putri Candrawathi pakai baju serba putih saat rekonstruksi 

TRIBUNSOLO.COM - Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo,ikut hadir dalam proses rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Ibu empat anak ini memakai pakaian serba putih dalam proses rekonstruksi.

Baca juga: Pengacara Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak Dilarang Ikut Rekonstruksi, Pengacara Sambo Diizinkan

Putri tak memakai pakaian tahanan oranye seperti tersangka lainnya, walaupun dirinya berstatus tersangka.

Alasannya, karena belum dilakukan penahanan terhadap Putri.

Putri juga tampak memerankan adegan dalam rekonstruksi tersebut.

Termasuk tidur di kasur sambil menggenggam telepon.

Baca juga: Potret Ferdy Sambo Pakai Baju Tahanan Saat Jalani Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Sempat Senyum

Dilihat dari tayangan Breaking News Kompas TV, Putri memerankan adegan berbaring di tempat tidur, dan di sampingnya ada tersangka lain, yakni Kuat Ma'ruf.

Selanjutnya ada juga adegan saat Putri bersama dengan Brigadir J, yang diperankan oleh pemeran pengganti.

Tampak Putri Candrawathi dapat berkomunikasi lancar, baik kepada tim penyidik, pemeran pengganti Brigadir J, juga tersangka lain.

Pada Kuat Ma'ruf, Putri seperti menunjuk ke bawah, seolah mengisyaratkan Kuat Ma'ruf untuk duduk di bawah.

Lantas, Kuat Ma'ruf pun memperagakan duduk di bawah, di samping tempat Putri Candrawathi berbaring. 

Putri Candrawathi berkomunikasi dengan Kuat Ma'ruf
Putri Candrawathi berkomunikasi dengan Kuat Ma'ruf (Tribunnews)

Dalam proses rekonstruksi tersebut tersangka diminta untuk memperagakan langsung detik-detik perencanaan pembunuhan hingga penembakan Brigadir J.

Terkait hal tersebut Ahmad Taufan Damanik, Ketua Komnas HAM, mengatakan tidak perlu ada kekhawatiran soal keselamatan para tersangka, terlebih keberadaan Bharada E.

"Karena di situ pasti ada pendampingan, penjagaan yang sangat ketat sehingga tidak perlu ada yang dikhawatirkan, misalkan ada tersangka tertentu yang khawatir ragu-ragu menyampaikan apa yang dia ketahui atau yang dia lakukan, penjagaan dari pihak kepolisian pasti baik," ungkapnya, dikuip dari tayangan YouTube Kompas TV, Selasa (30/8/2022).

Menurut Komnas HAM, kehadiran 5 tersangka pembunuhan Brigadir J akan membuat konstruksi hukum semakin jelas.

Komnas HAM pun berpendapat tersangka, khususnya Bharada E tak perlu memerlukan pemeran pengganti saat rekonstruksi. (*)

 

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved