Kuliner

Mie Gacoan Benarkan Belum Kantongi Sertifikat Halal, Minta Saran Nama Menu Baru

Mereka memastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk produk makanan mereka adalah bahan-bahan yang sudah bersertifikasi halal.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Intagram/mie_gacoan
Warunk Mie Gacoan, Solo. 

Mie Gacoan saat ini sedang dalam tahap persiapan sertifikasi halal yaitu dalam tahap pemenuhan 11 kriteria halal.

Dalam postingannya, akun Instagram Mie Gacoan meminta saran soal nama menu baru untuk makanan minuman yang mereka jual.

Seperti diketahui, Mie Gacoan memiliki menu seperti Mie Iblis, Mie Setan, Es Kuntilanak, Es Pocong dan lain-lain.

Nama-nama tersebut menjadi alasan Mie Gacoan belum mendapat sertifikat halal.

Baca juga: Sebelum Pacaran dengan Thoriq Halilintar, Fuji Ternyata Sempat Pendekatan dengan Pria Lain, Siapa?

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produl Halal (BPJPH) Muhammad Aqil Irham menyebutkan, Mie Gacoan belum mengajukan sertifikasi halal.

"Berdasarkan data SIHALAL, sampai hari ini belum ada pengajuan sertifikasi halal produk Mie Gacoan. Kalau belum mendaftarkan diri, bagaimana kami akan menerbitkan sertifikat halal?" ujar Aqil Irham, di Jakarta, Senin (29/8/2022), dikutip dari laman Kementerian Agama.

Saat ini, sesuai regulasi, pengajuan sertifikasi halal dilakukan satu pintu melalui Sistem Informasi Halal (SIHALAL) yang dikelola BPJPH.

Ia menuturkan, tidak ada pembatasan dalam pengajuan sertifikasi halal.

"BPJPH terbuka terhadap semua pelaku usaha yang mau mendaftar mendapatkan Sertifikasi Halal, terutama yang terkena wajib bersertifikat halal," ujar Aqil Irham.

Baca juga: Ramalan Zodiak Rabu 31 Agustus 2022: Taurus Jangan Lupa Berdoa, Libra Sabarlah dan Berpikir Positif

Menjawab ketentuan nama atau branding produk, Aqil menyebut itu merupakan bagian dari edukasi publik saat akan mengurus sertifikat halal.

"Ini bagian edukasi publik untuk mendapatkan sertifikat halal. Namun, bukan berarti kami menutup atau menolak permohonan sertifikasi halal oleh pelaku usaha," papar Aqil.

Hal ini terdapat dalam manual sistem jaminan produk halal (SJPH).

"Kami juga sedang mereview SJPH, terutama untuk butir-butir yang tidak relevan dengan kewenangan BPJPH," tutur Aqil. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved