Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Bakal Dicek ESDM, Sumur Pamsimas Keluarkan Gas Mudah Terbakar di Sragen Dipasangi Garis Polisi

Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah akan mengecek sumur pamsimas yang mengeluarkan gas mudah terbakar di Sragen.

Istimewa/Polsek Sidoharjo
Garis polisi dipasang di area pengeboran sumur Pamsimas di Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Hingga saat ini, masih belum diketahui jenis gas yang muncul dari pengeboran sumur Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) yang ada di Kabupaten Sragen

Lokasi pengeboran sumur Pamsimas tersebut tepatnya berada di Dukuh Kwayon, RT 23, Desa Jambanan, Kabupaten Sragen

Gas yang mudah terbakar ketika dipantik korek tersebut masih belum diketahui apakah berbahaya bagi manusia atau tidak. 

Kepala Desa Jambanan, Sugino Weli mengatakan gas tersebut sudah dicek oleh perwakilan bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sragen

"Belum tahu jenis gas apa, tadi sudah dicek dari pihak ESDM melalui Disnaker Sragen," ujarnya kepada TribunSolo.com, Senin (5/9/2022). 

Selain dari ESDM Kabupaten Sragen, gas tersebut rencananya juga akan dicek perwakilan ESDM Jawa Tengah di Kota Solo.

Baca juga: Kejadian Mengejutkan di Sragen, Warga Bor Sumur Pamsimas yang Keluar Malah Gas Mudah Terbakar

Namun Sugino belum mengetahui kapan waktu pengecekannya. 

"Katanya begitu mau dicek ESDM Jawa Tengah, tapi belum tahu waktunya," ucapnya. 

Menurut Sugino, meski mudah terbakar, gas tersebut tidak mengeluarkan bau menyengat. 

Dan juga tidak membuat orang yang berada di lokasi kejadian merasa pusing. 

"Apinya kalau ditutup kain berair langsung mati, secara umum normal dan baik-baik saja, yang melihat atau pengebor apakah merasa pusing itu juga tidak," terangnya. 

Terpisah, Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama melalui Kapolsek Sidoharjo, AKP Harno mengatakan sekitar sumur yang mengeluarkan gas sudah dipasang garis polisi untuk keamanan.

Api yang keluar dari pipa sumur Pamsimas di Dukuh Kwayon, RT 23, Desa Jambanan, Kabupaten Sragen.
Api yang keluar dari pipa sumur Pamsimas di Dukuh Kwayon, RT 23, Desa Jambanan, Kabupaten Sragen. (TribunSolo.com/Kepala Desa Jambanan, Sugino)

Garis polisi dipasang di area 5 meter dari sumur Pamsimas tersebut. 

"Iya benar, sudah kira pasang polisi line dan menunggu cek dari ESDM Solo untuk pastikan gasnya aman apa tidaknya," ungkapnya saat dihubungi TribunSolo.com.

"Garis polisi dipasang 5 meter dari lokasi, sebab gasnya kecil," tambahnya. 

Ia mengatakan gas muncul setelah dilakukan pengeboran sumur Pamsimas di kedalaman 94 meter. 

"Sumur dibor di kedalaman 94 meter, keluar air setelah itu airnya mati ganti gas yang keluar," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved