Polisi Tembak Polisi

Putri Candrawathi Diperiksa Pakai Lie Detector, Ahli Sebut Kurang Efektif untuk Orang Biasa Bohong

Menurut Aryanto Sutadi, lie detector tidak 100 persen efektif memeriksa orang yang terbiasa melakukan kebohongan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Kolase Tangkap Layar Tv One
Putri Candrawathi kelabuhi awak media, tampil beda saat hadiri pemeriksaan di Bareskrim, Jumat (26/8/2022). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- Penasehat Ahli Kapolri Irjen (Purn) Aryanto Sutadi turut memberikan tanggapannya soal lie detector atau alat pendeteksi kebohongan yang diterapkan dalam kasus pembunuhan Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Menurut Aryanto Sutadi, alat itu tidak 100 persen efektif memeriksa orang yang terbiasa melakukan kebohongan.

Polri sebelumnya menerapkan pemeriksaan menggunakan lie detector kepada sejumlah tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Baca juga: Kabareskrim Bantah Isu Kuat Maruf Selingkuh dengan Putri Candrawathi : Tak Ada Bukti yang Mengarah

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan asisten rumah tangganya bernama Susi menjalani pemeriksaan dengan lie detector pada Senin kemarin.

Sedangkan terhadap Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf sudah dilakukan lebih awal.

Untuk Ferdy Sambo, proses pemeriksaan menggunakan lie detector dijadwalkan pada hari ini, Rabu (7/9/2022).

“Lie detector itu kurang begitu efektif apabila kejiwaan dan pribadi orang yang diperiksa itu sudah terbiasa dengan bohong,” ucap Aryanto Sutadi dalam Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Akhirnya Akan Diperiksa dengan Lie Detector, Begini Mekanismenya

Presenter Kompas TV Aiman Witjaksono mengonfirmasi Aryanto apa yang hendak dicari penyidik Polri dari Putri Candrawathi dengan menerapkan pemeriksaan menggunakan lie detector jika tidak 100 persen efektif.

Aryanto menjawab, penyidik perlu melakukan pemeriksaan menggunakan lie detector karena Putri Candrawathi adalah pihak yang membuat malapetaka menyebabkan Ferdy Sambo marah dan menembak Brigadir J.

“Malapetaka ini kan karena keterangan Ibu Putri ke suaminya, dia mengadu tengah dilecehkan sampai diperkosa atau diapakan, itu kan berubah-ubah, jadi yang ingin diketahui adalah apa yang disampaikan Ibu Putri kepada suaminya sehingga suaminya kalap tak terkendali,” ujarnya.

“Karena itu (Keterangan Putri Candrawathi ke Ferdy Sambo) merupakan unsur yang penting sekali untuk mengetahui niat dari Bapak Ferdy, jadi yang dibutuhkan keterangan dari Ibu Putri kira-kira apa sih sebetulnya yang terjadi itu.”

Baca juga: Kabareskrim Akan Proses Hukum Dugaan Putri Candrawathi Dilecehkan di Magelang Namun Harus Ada Bukti

Aryanto menambahkan, selain dengan lie detector, pemeriksaan juga dilakukan dengan keilmuan membaca wajah.

Penerapan membaca wajah terbukti berhasil dilakukan dalam beberapa perkara.

“Itu langkah untuk keseriusan ya dari Polri untuk mengusut perkara ini dengan serius dan secara scientific crime investigation, ini langkah yang bisa ditempuh saat ini,” ujarnya.

(*)

Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved