Berita Karanganyar Terbaru

Kades Gedongan Buat Surat Perintah Pengosongan Kafe Black Arion, Beri Tenggat Waktu 2 x 24 Jam

Black Arion kini mendapat surat perintah penutupan atau pengosongan dari Kades Gedongan.Kades Gedongan memberi tenggat waktu 2 x 24 jam kepada pemilik

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Suasana audiensi Pemkab Karanganyar, Pemdes Gedongan dengan FMGB di Kantor Bupati Karanganyar, Jumat (9/9/2022). Audiensi ini membahas perihal polemik tempat hiburan Black Arion yang masih berdiri dan beroperasi di atas tanah kas Desa Gedongan meski sempat disegel oleh Satpol PP Karanganyar 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kembali beroperasinya Black Arion, tempat hiburan malam yang berdiri di tanah kas Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, terus menimbulkan polemik.

Tak ingin kasus ini berkepanjangan, Pemerintah Desa Gedongan akhirnya mengeluarkan surat untuk meminta kafe tersebut untuk dikosongkan.

Hal ini disepakati usai adanya audiensi antara Pemkab Karanganyar dan Forum Masyarakat Gedongan Bersatu (FMGB) di Kantor Bupati Karanganyar, Jumat (9/9/2022).

Kades Gedongan Tri Wiyono mengatakan, pihaknya akan segera membuat surat perintah penutupan tempat hiburan malam itu.

Baca juga: Tetap Nekat Beroperasi, Black Arion Intip Celah Satpol PP Karanganyar Tak Bisa Segel Tanpa SK PPNS

Baca juga: Mitos Keberadaan Siluman Kera di Grojogan Sewu,Objek Wisata Karanganyar yang Suguhkan Keindahan Alam

"Kami segera surat perintah untuk segera mengosongkan lahan tersebut dengan waktu 2 x 24 jam untuk ditutup," ungkap Tri Wiyono kepada TribunSolo.com, Jum'at (9/9/2022).

Tri mengatakan apabila tenggat waktu 2 x 24 jam tidak dipatuhi oleh pihak pengelola kafe tersebut, maka pihaknya akan meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Permintaan bantuan ke Pemkab Karanganyar dilakukan jika pihak pengelola kafe tetap nekat beroperasi di lahan tanah kas desa tersebut.

"Kami telah  melakulan Musrembangdes, dan Musdes dengan keputusan kafe tersebut tidak boleh menjual miras, kemarin sempat disegel Satpol PP namun dibuka kembali, kita bingung, siapa yang berhak nutup, terakhir ini kami ini buat SP tersebut," ujar Tri.

Sementara itu, Ketua FMGB Bandung Gunadi mengatakan desakan untuk menutup kafe tersebut sudah berulang kali dilakukan, namun selalu gagal.

Bandung sendiri memprediksik pemilik kafe Black Arion tak akan mematuhi surat perintah penutupan itu, dan bakal melakukan gugatan hukum. 

Baca juga: Black Arion Masih Beroperasi di Tanah Kas Desa Gedongan, Satpol PP Karanganyar Bantah Tak Berdaya

Dia menjelaskan pihaknya akan koordinasi terus dengan Bupati Karanganyar terkait komitmennya untuk membantu menutup kafe tersebut.

"Kades akan mengeluarkan surat perintah pengosongan Black Arion Kafe dengan waktu 2 kali 24 jam, kami akan kawal sampai benar-benar kosong," ucap Bandung.

"Setelah itu, kami menunggu janjinya Bupati Karanganyar Juliyatmono, Setelah tereleaisasi kami baru percaya," pungkasnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved