Berita Daerah

Santri Gontor yang Diduga Menganiaya Albar Mahdi Hingga Tewas Hanya Dikeluarkan, Hotman Paris Heran

Pihak Gontor mengakui bahwa benar adanya tindak kekerasan dan penganiayaan yang terjadi pada korban AM,

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Tangkapan Layar akun Instagram @hotmanparisofficial
Seorang wanita bernama Soimah mengaku pada Hotman Paris bahwa anaknya yang merupakan santri di pondok pesantren di Ponorogo, Jawa Timur, diduga meninggal karena kekerasan 

TRIBUNSOLO.COM - Pondok Pesantren Gontor telah memberikan pernyataan melalui akun YouTube resminya dan menyampaikan permohonan maaf sekaligus belasungkawa pada 5 September 2022, setelah kasus kematian seorang santrinya disorot media.

Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Juru Bicara Ponpes Gontor, Nur Syahid, pihak Gontor mengakui bahwa benar adanya tindak kekerasan dan penganiayaan yang terjadi pada korban AM,

"Berdasarkan Tim Pengasuhan Santri, kami memang menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan Almarhum wafat," kata Jubir Ponpes Gontor.

Sebelumnya berdasarkan perwakilan dari Ponpes Gontor yang menyampaikan kepada pihak keluarga menyebut santri Albar Mahdi (AM) meninggal akibat terjatuh karena kelelahan mengikuti Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum).

Baca juga: Sosok Albar Mahdi Santri Gontor yang Tewas Diduga Dianiaya Senior: Pintar, Nilai Matematika 100

Ponpes Gontor menyelesaikan kasus tersebut dengan mengeluarkan para santri yang diduga menjadi pelaku dugaan penganiayaan kepada AM.

"Menyikapi hal ini kami langsung bertindak cepat, pada hari yang sama ketika Almarhum wafat, kami juga langsung mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi kepada santri yang diduga terlibat, yaitu dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari Pondok Modern Darussalam Gontor secara permanen dan langsung mengantarkan mereka kepada orangtua masing-masing," tutup Jubir Ponpes Gontor dalam pers rilisnya.

Setelah pihak Ponpes Gontor memberikan pernyataan resminya, Hotman Paris selaku salah satu pihak yang menyoroti kasus ini pertama kali masih mempertanyakan tindakan yang dilakukan oleh Ponpes Gontor.

Berdasarkan tulisannya dalam akun instagram, terlihat Hotman Paris mempertanyakan kenapa kasus ini tidak dilaporkan ke polisi oleh pihak Ponpes Gontor.

Baca juga: Mursidah ART Dara Arafah yang Kabur Bawa Brankas Belum Tertangkap, Polisi Ungkap Kendalanya

"Sesudah viral di Hotman 911, Pimpinan Pesantren Darussalam Gontor baru membuat tanggapan! Kenapa tidak lapor polisi? Kenapa hanya pecat?"

"Kenapa pelaku dikembalikan ke orangtua? Harusnya antar ke polisi!" tulis Hotman Paris dalam postingannya menanggapi pers rilis yang dikeluarkan Ponpes Gontor.

Selain mempertanyakan tindakan Ponpes Gontor, Hotman Paris juga berkali-kali meminta Polda Jawa Timur untuk menyelidiki kasus ini.

"Dalam kesempatan ini, saya meminta kepada Bapak Kapolda Jawa Timur dan Kapolres setempat untuk segera menjemput si pelaku, menyelidiki dan menyidik kasus ini, karena pimpinan Gontor sudah mengakui bahwa anak tersebut meninggal akibat tindak kekerasan," kata Hotman Paris dalam unggahan videonya.

"Sekali lagi Bapak Kapolda ini himbauan saya yang ketiga di instagram saya, karena pimpinan gontor sudah mengakui bahwa memang ada tindak pidana kekerasan oleh oknum sesama santri yang sudah dipecat, akan tetapi blum dilaporkan ke polisi," tutup Hotman Paris.

Baca juga: Sebelum Ratu Elizabeth Meninggal, Foto Tangannya Menghitam Saat Bertemu PM Inggris Jadi Sorotan

Sementara itu, polisi telah surat menyita keterangan kematian yang diterbitkan Rumah Sakit (RS) Yasfin Darusalam Gontor  tertulis bahwa korban meninggal karena sakit.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved