Menteri ESDM dan Menteri BUMN Sebut Harga BBM Berpeluang Turun, Begini Pertimbangannya

Kabar terkait peluang turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) mulai mencuak di masyarakat.

Tribunsolo.com/Septiana Ayu Lestari
Tempat pengisian Bahan Bakar di SPBU Nglangon, Sragen pada Rabu (31/8/2022) malam. 

TRIBUNSOLO.COM - Kabar terkait peluang turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) mulai mencuak di masyarakat.

Diketahui saat ini harga minyak dunia sudah berada di bawah 90 dolar AS per barel.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent di level 89,37 dolar AS pada pukul 06:35 GMT.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS di posisi 83,64 dolar AS.

Kini sudah ada dua Menteri Presiden Joko Widodo, menyebut harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax berpeluang turun.

Hal itu dengan syarat melihat dari pergerakan harga di tingkat global.

Penjelasan itu disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Dilansir dari Kompas.com, menurut Erick, harga BBM Pertamax bisa kembali turun jika harga minyak mentah dunia merosot ke angka 75 dollar AS per barel.

Pasalnya, harga Pertamax berdasarkan mekanisme harga minyak mentah dunia.

Sehingga, menurut Erick, jika terjadi penurunan harga minyak dunia, akan diikuti pula dengan penurunan harga jual BBM jenis ini di masyarakat.

"Apabila harga minyak dunia turun, maka Pertamax pun akan mengikuti mekanisme tersebut dengan menurunkan harga jual kepada masyarakat," kata dia, dikutip dari Kompas.com (8/9/2022).

Kata Menteri ESDM

Tak jauh beda, dikatakan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, yang menurutnya penurunan harga BBM berpotensi jika harga minyak dunia turun.

"Nanti kita lihat, kalau harga minyak membaik ya Insya Allah," katanya di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta, Jumat (9/9/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved