Berita Solo Terbaru

Dapat Permintaan Colomadu, Kartasura & Ngemplak Masuk ke Wilayah Solo, Gibran : Nggak Bisa Gitu

Keluhan masyarakat dari luar Kota Solo kerap masuk ke Gibran. Salah satunya adalah mendapat permintaan Colomadu, Kartasura & Ngemplak masuk ke Solo

TribunSolo.com/Tara Wahyu NV
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapatkan permintaan agar Colomadu, Kartasura, Ngemplak masuk dalam wilayah Kota Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapat permintaan agar Colomadu, Kartasura, Ngemplak masuk dalam wilayah Kota Solo.

Sebagai informasi, Colomadu berada di wilayah Kabupaten Karanganyar, Kartasura berada di Kabupaten Sukoharjo, dan Ngemplak berada di Kabupaten Boyolali.

Permintaan itu diutarakan melalui media sosial Twitter @tonok_bc.

Baca juga: Al Firdaus World Class Islamic School Sandang Predikat Sekolah Internasional Terbaik di Solo Raya

Baca juga: Harga Tiket Konser Denny Caknan dan Farel Prayoga di Sekaten Solo : Rp 50 Ribu hingga Rp 250 Ribu

"Kartasura, Colomadu, Ngemplak (Boyolali) idealnya masuk admin Solo. Biar pembangunan lebih terintegrasi & berkesinambungan. Kalo mayoritas warga kompak mendukung tuk bergabung, sy yakin bisa," cuit akun Twitter @tonok_bc.

Menanggapi hal itu, Gibran mengakui memang sering mendapat keluhan-keluhan dari masyarakat luar Kota Solo.

"Nggak bisa gitu, wilayah kita memang cuma segini aja. Keputusan bukan ada di saya, tapi memang setiap hari keluhan warga nyasar kayak gitu," kata Gibran, di Loji Gandrung, Senin (12/9/2022).

Keluhan yang nyasar itu masih meliputi wilayah di Colomadu, Karanganyar, Solo Baru dan Palur.

Meski begitu, putra sulung Presiden Joko Widodo itu mengaku tidak keberatan dengan keluhan masyarakat yang datang.

Bahkan, dia siap membantu mereka yang mengeluh.

Baca juga: Jejak Dua Raja Keraton Solo di Pesanggrahan Pracimoharjo Cepogo : Ternyata Pernah Jadi Markas PETA

Baca juga: Inilah Bagong, Sosok Pembuat Jembatan Sesek di Bengawan Solo : Modalnya Tembus Rp 20 Juta

"Saya sih siap-siap bantu aja, ada keluhan ya tak sampaikan ke yang pimpinan-pimpinan terkait," ungkapnya.

"Saya kan enggak boleh lancang," ujarnya.

Menurutnya, keluhan yang disampaikan kepada dirinya datang dari beragam platform.

Mulai dari pesan WhatsApp hingga ke Direct Message (DM) di sosial media.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved