Berita Klaten Terbaru

Potret Demo Tuntut Pembatalan Kenaikan Harga BBM di Tugu Adipura Klaten : LPG hingga Sayur Jadi Naik

Demo menolak kenaikan harga BBM terus terjadi. Kali ini di Klaten tepatnya di Tugu Adipura Klaten, massa berdemo menyuarakan keresahannya

Tribunsolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Aksi demo yang dilakukan Aliansi Laskar Islam Klaten, di Tugu Adipura Klaten, Selasa (13/9/2022). Demo tersebut menuntut pembatalan kenaikan harga BBM yang dirasa makin menyulitkan warga Indonesia. Sebab harga kebutuhan pokok seperti LPG hingga sayur jadi terdampak dan turut naik. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Ratusan orang terlihat melakukan aksi demo menuntut pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)  di Jalan Pemuda, tepatnya di Simpang Tiga, Tugu Adipura Klaten, Senin (13/9/2022).

Massa yang menamakan diri Aliansi Laskar Islam Klaten itu mulai berdemo sejak pukul 09.27 WIB hingga 11.00 WIB.

Awalnya rombongan ini memulai konvoi dari Monumen Juang di Jalan Veteran menuju Simpang Tiga Tugu Adipura Klaten.

Baca juga: Aliansi Masyarakat Boyolali Menggugat Gelar Demo di Simpang Lima, Teriakan Kenaikan BBM Membebani

Baca juga: BBM Naik, Puluhan Driver Ojol dan Sopir Geruduk Polres Wonogiri, Bukan Demo Ternyata Ambil Bansos

Dalam aksinya salah satu perwakilan menyampaikan 5 poin yang menjadi tuntutan.

Pertama, menolak kebijakan Pemerintah dalam kenaikan BBM.

Kedua, mendesak Pemerintah dan DPR untuk segera mencabut kebijakan kenaikan BBM.

Ketiga, mendesak pemerintah untuk sungguh-sungguh memberantas mafia BBM.

Keempat, mendorong pemerintah untuk membuka penyaluran BBM bersubsidi secara bersih dan tepat sasaran.

Terakhir, mendesak pemerintah dan DPR untuk mencabut dan membatalkan Undang-undang Cipta Kerja Omnibuslaw yang merugikan rakyat.

Sekretaris Aliansi Laskar Islam Klaten, Nanang Nuryanto mengungkap aksi mereka diikuti oleh 16 elemen.

"Pagi hingga siang hari ini, kita dari Aliansi Islam Klaten didukung rakyat mengadakan aksi ajakan dengan skala nasional," jelas Nanang.

"Di seluruh kota di tanah air mengadakan aksi dengan tuntutan yang sama, yakni pemerintah untuk menurunkan harga BBM karena berdampak pada kehidupan masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya, kenaikan harga BBM bersubsidi semakin mempersulit kehidupan warga Indonesia.

Baca juga: Rapat Paripurna DPRD Solo Diwarnai Walk Out Fraksi PKS, Pilih Ikut Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM

Baca juga: Ketika BEM se-Soloraya Satu Suara Tolak Kenaikan Harga BBM : Ribuan Mahasiswa Geruduk DPRD Kota Solo

Belum lagi, warga Indonesia baru saja terlepas dari pandemi selama 2 tahun terakhir.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved