Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Polisi Tembak Polisi

Kamaruddin Simanjuntak Duga Ada Politisi DPR yang Bantu Ferdy Sambo, Tugasnya Melobi Istana

Kamaruddin Simanjuntak mendorong Presiden Jokowi untuk membentuk tim independen dalam penanganan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunNewsmaker.com Kolase
Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kamaruddin Simanjuntak kembali mengungkapkan dugaan baru terkait tewasnya Brigadir J yang diotaki Ferdy Sambo.

Kamaruddin Simanjuntak yang merupakan kuasa hukum keluarga Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J ini mengungkit informasi intelijen dugaan keterlibataan seorang politikus di DPR untuk membantu kasus Ferdy Sambo.

"Ada dugaan keterlibatan dari dewan, salah satu ketua komisi di dewan dimanfaatkan oleh Ferdy Sambo untuk melobi istana melalui salah satu kementerian yaitu kementerian sekretaris negara,” ungkap Kamaruddin seperti dikutip dari Kompas.TV, Rabu (14/9/2022).

Baca juga: Setelah Brigadir J Tewas, Ferdy Sambo Diduga Kumpulkan Sejumlah Polisi untuk Bahas Skenario Kematian

Atas dasar itulah, Kamaruddin mendorong Presiden Jokowi untuk membentuk tim independen dalam penanganan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

“Berhasil apa tidak (lobi itu) saya tidak tahu. Tetapi yang jelas berdasarkan informasi intelijen itu digunakan, kan begitu. Ketua Komisi di DPR ini kemudian juga melobi Kementerian yang lain yang menterinya itu X Polri," kata Kamaruddin.

Kemudian, dia mengatakan tim konektivitas atau tim independen perlu dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir J karena mengungkap kasus ini secara terang benderang sesuai keinginan Presiden Jokowi tidak mudah.

Pasalnya, kata Kamaruddin, banyak pihak yang terlibat dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Baca juga: Pengacara Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak Dilarang Ikut Rekonstruksi, Pengacara Sambo Diizinkan

“Karena saya sudah memahami perkara ini sejak awal, berdasarkan informasi-informasi dari intelijen saya yang menyatakan banyaknya keterlibatan para pihak mulai daripada Polres, Polda, Pidum Polri dan Propam kan begitu,” ujar Kamaruddin.

“Tapi sayang yang dilakukan Presiden hanya berbicara 4 kali menyatakan buka seterang-terangnya, tetapi sayang permintaan pak presiden itu tidak dihiraukan atau tidak diindahkan oleh Polri begitulah kira-kira," kata dia menambahkan.”

Curiga Ferdy Sambo Guyur Uang ke Sejumlah Lembaga

Tak hanya itu, Kamaruddin Simanjuntak juga mengungkit isi pelecehaan seksual terhadap Putri Candrawathi yang dituduhkan kepada kliennya Brigadir J.

Menurutnya, isu pelecehan seksual sengaja dihembuskan oleh pihak yang ingin melindungi Ferdy Sambo dkk.

Ia pun menilai perjuangan ke depan untuk mendapatkan keadilan masih cukup panjang.

Lantaran versi kuasa hukum Brigadir J ini, Ferdy Sambo diduga telah mengguyur dana ke sejumlah pihak.

Baca juga: Janji Surga Ferdy Sambo ke Bripka RR, Bakal Sekolahkan Perwira, Kini Malah Pupus Impian Jadi Polisi

Meskipun Kamaruddin tidak menyebut nama lembaga, dia meminta pihak-pihak yang sebelumnya diduga telah menerima amplop dari pihak Ferdy Sambo diperiksa.

"Kan sudah ada LPSK yang mengakui disodorkan amplop dan ditolaknya. Nah bagaimana dengan lembaga yang lain? Ini hal serius, harus diperiksa," ujar Kamaruddin.

Kejanggalan itu menurutnya, ketika kasus pelecehan disebut di Duren Tiga.

Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalankan rekontruksi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah pribadinya di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).
Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalankan rekontruksi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah pribadinya di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). (kolase/polritv)

Pengakuan Putri Candrawathi ini bahkan sempat naik ke penyidikan, kemudian dihentikan karena tidak ditemukan ada peristiwa tersebut di lokasi itu.

"Sekarang pindah ke Magelang. Itu sudah sangat jauh. Ini skenario baru lagi," jelasnya.

"Kalau dari Duren Tiga ke Duren Lima, mungkin masih masuk akal, bisa jadi karena salah hitung durennya," Kamaruddin menyindir.

Mengenai kejadian di Magelang, awalnya muncul pernyataan pelecehan terjadi pada tanggal 4 Juli.

Baca juga: Pengacara Bripka RR Cerita soal Ferdy Sambo Peluk Putri Candrawathi saat Rekonstruksi, Cuma Akting

"Padahal pada saat itu Ibu Putri masih chat dengan adik Yosua, kirim foto Yosua sedang menyetrika baju, memuji-muji Yosua. Mana mungkin korban kekerasan seksual memuji-muji pelaku," ujarnya.

Tetapi, terbaru muncul penyebutan kejadian pelecehan pada 7 Juli 2022.

Hal itulah yang membuat Kamaruddin kembali meragukannya.

"Karena pada saat itu, Yosua dicari-cari ibu Putri, bahkan disuruh ajudan cari dan panggil masuk ke kamar," jelasnya.

"Mereka bicara empat mata di dalam kamar selama sekitar 15 menit. Apa mungkin kalau dilecehkan, masih mau bertemu dengan pelaku? Jelas itu hanya cerita rekayasa," tegas Kamaruddin.

(*)

Sumber: Kompas TV
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved