Berita Wonogiri Terbaru

Awal Musim Penghujan di Jawa Tengah Dimulai Oktober, BPBD Wonogiri Imbau Masyarakat Waspada 

Meski hujan kerap mengguyur beberapa waktu belakangan, ternyata awal musim penghujan di Jateng baru dimulai Oktober mendatang

Tribunsolo.com/Erlangga Bima Sakti
Ilustrasi langit mendung menggelayut di Wonogiri. Kepala BPBD Wonogiri Bambang Haryanto meminta masyarakat waspada di awal musim penghujan yang bakal jatuh pada Oktober ini untuk wilayah Jawa Tengah, termasuk Wonogiri. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti 

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Meskipun sebagian wilayah di Wonogiri sudah mulai diguyur hujan belakangan ini, awal musim penghujan diprediksi terjadi beberapa waktu ke depan. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, menuturkan sesuai dengan informasi dari BMKG, musim penghujan di wilayah Jawa Tengah terjadi di bulan Oktober. 

"Ini sebenarnya belum musim penghujan, puncak musim kemarau Agustus ini. Peralihan musim ini bertahap, tidak langsung begitu," kata Bambang, kepada TribunSolo.com, Rabu (14/9/2022). 

Bambang menuturkan, berdasarkan informasi BMKG, di bulan September ini sifat hujan di wilayah Jawa Tengah, termasuk di Wonogiri sifatnya diatas normal. 

Adapun di bulan September ini, curah hujan di sebagian besar wilayah sebesar 51-100 mm wilayah.

Sementara di sebagian kecil wilayah 101-150 mm. 

Kemudian di bulan Oktober nanti, sifat hujan akan berada di normal dan diatas normal dengan curah hujan di Wonogiri sebesar 51-100 mm sampai 101-150 mm. 

"Belum signifikan, jadi kalau sudah diatas 200-300 mm atau lebih itu sudah hujan lebat," kata Bambang.

"Itu yang harus kita waspadai. Itu sesuai dengan buletin BMKG," jelasnya. 

Disisi lain, beberapa waktu lalu seorang pengendara motor terluka akibat tertimpa ranting pohon yang patah di wilayah Selogiri usai hujan deras. 

Terkait hal tersebut, Bambang mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas terkait dan memang ada beberapa pohon yang perlu ditebang karena kondisinya rawan. 

"Prinsipnya kami siap untuk membantu. Tugas BPBD kalau itu membahayakan kita upayakan untuk ditebang. Tapi kalau pohon masih tegak kita tidak berani, harus ada kewenangan dari pemilik, kalau roboh kewenangan BPBD," terang dia. 

"Prinsipnya kita harus waspada karena bencana tidak bisa ditunggu kapan datangnya sehingga perlu kesiapsiagaan dan kewaspadaan," pungkasnya. 

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved