Info Pendidikan

Keunggulan TK Al Firdaus Solo : Kelas Inklusi dan Reguler Jadi Satu, Tanamkan Jiwa Empati ke Siswa

Early Years-Primary Years Programme atau TK Al- Firdaus Solo punya keunggulan yakni digabungnya kelas anak inklusi dengan kelas reguler.

TribunSolo.com/Tara Wahyu NV
Di Early Years-Primary Years Programme atau TK Al- Firdaus Solo, digabungnya kelas inklusi dengan kelas reguler menjadi salah satu nilai keunggulan sekolah ini. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Early Years-Primary Years Programme atau TK Al- Firdaus Solo mempunyai beberapa unggulan. 

Salah satunya yakni, kelas inklusi yang digabung dengan kelas reguler. 

Di mana, anak berkebutuhan khusus dengan anak biasa digabung dalam satu kelas yang sama. 

"Kalau keunggulan Al-Firdaus, sekolah inklusi kita menerima semuanya. Ada anak inklusi itu termasuk keunggulan kita juga," kata guru penggerak, Iin Sulistianingsih, Rabu (14/9/2022).

Iin menjelaskan, untuk keunggulannya yakni adanya guru pendamping yang selalu berada di sisi anak berkebutuhan khusus tersebut. 

"Jadi mulai anak datang ke sekolah sampai anak pulang, tetap didampingi oleh pendamping khusus," ungkapnya. 

Menurutnya, dengan dicampurnya siswa tersebut ada sisi positifnya yakni menumbuhkan rasa empati pada siswa kelas reguler. 

"Anak kebutuhan khusus kita ada 11 kita sebar ke beberapa kelas. Jadi memang sisi positifnya, anak reguler jadi lebih empati dan lebih care," jelasnya. 

"Misal di tempat saya (TK B) ada anak tuna rungu, itu teman-temannya tidak menganggap dia beda, berteman dengan baik. Malah bercanda, enggak masalah," ucapnya. 

Iin menuturkan, karena sejak awal TK Al-Firdaus menanamkan jiwa pada anak, bahwa semua makhluk ciptaan itu sama.

"Karena dari awal kita menanamkan semua ciptaan Allah kita sama di sisinya, Jadi enggak memilih-memilih teman," ujarnya. 

Iin sendiri menjelaskan unruk siswa TK Al-Firdaus sendiri ada 160 siswa. 

Di mana, 11 murid merupakan siswa inklusi Anak Berkebutuhan Khusus seperti tuna rungu, pandangan bergoyang, autis dan hiperaktif. 

"Jadi memang beragam. Ada playgroup sebanyak 3 kelas, TK A terdiri 3 kelas, TK B ada 4 kelas. Satu kelas ada 20 anak dengan 2 guru, kalau ada ABK, guru tambah satu," jelas Iin. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved