Pilpres 2024

Mantan Ketua MK Klarifikasi Kabar Beredar, Tegaskan Jokowi Tak Bisa Jadi Cawapres 2024

Jimly Asshiddiqie menyebut, Presiden Joko Widodo tak bisa ikut kembali dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang, meski sebagai calon wakil presiden. 

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tangkap Layar YouTube/Helmy Yahya Bicara
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie di YouTube Helmy Yahya Bicara, Jumat (12/3/2021). Jimly Asshiddiqie memastikan Jokowi tak bisa nyalon lagi di Pemilu 2024. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie meluruskan kabar beredar yang sebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa maju sebagai cawapres.

Jimly Asshiddiqie menyebut, Presiden Joko Widodo tak bisa ikut kembali dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang, meski sebagai calon wakil presiden. 

Hal itu merujuk pada ketentuan dua pasal dalam UUD 1945.

Baca juga: Aturan MK Perbolehkan, Pengamat Sebut Hal yang Bakal Terjadi Jika Duet Prabowo-Jokowi Terwujud 2024

Dia mengatakan, dalam Pasal 7 dan 8 UUD 1945 harus dibaca secara sistematis dan kontekstual.

Pasal 7 ini berbunyi: "Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama 5 tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan."

Selain itu, pasal 8 ayat 1 UUD 1945 berbunyi: "Jika presiden mangkat, berhenti, diberhentikan atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh wakil presiden sampai habis masa jabatannya".

"Jika Jokowi jadi wapres 2024, maka Pasal 8 ayat (1) UUD 45 tidak akan dapat dilaksanakan karena akan bertentangan dengan Pasal 7. Makanya tidak ada tafsir lain yang mungkin kecuali bahwa Jokowi tidak memenuhi syarat untuk menjadi cawapres dalam Pilpres 2024 nanti," kata Jimly dalam keterangan tertulis, Kamis (15/9/2022).

Dia mengatakan, dari segi hukum, jelas tidak boleh, apalagi dari segi etika.

Baca juga: Disebut Layak Jadi Capres atau Cawapres Bersama Anies Baswedan, Ganjar Pranowo Diam Seribu Bahasa

"Presiden dan wapres 1 paket, jika setelah dilantik Presiden meninggal, Wapres naik jadi Presiden. Maka membaca Pasal 7 UUD harus sistematis dan konstekstual, jangan cuma titik koma. Intinya Presiden Jokowi tidak bisa nyalon lagi," ujarnya.

Awal Mula Isu

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Pacul mengatakan Jokowi bisa saja menjadi Wakil Presiden atau Wapres di tahun 2024.

Tetapi, terdapat syarat yang harus dipenuhi yaitu harus diajukan oleh partai politik tempatnya bernaung.

Bambang Pacul mengatakan, secara aturan Jokowi diizinkan jika ingin maju Cawapres.

Namun, hal ini tergantung apakah Jokowi ingin gunakan peluang tersebut atau tidak.

“Kalau Pak Jokowi mau jadi wapres ya sangat bisa. Tapi syaratnya diajukan oleh parpol atau gabungan parpol. Kalau Pak Jokowi, kita enggak tahu lah maunya kayak apa," ujar Bambang Pacul dilansir dari Kompas.com (13/9/2022).

(*)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved