Kenaikan Harga BBM

Megawati Ungkap Situasi Pemerintah saat Putuskan Harga BBM Naik : Tidak Asal-asalan

Menurut pengakuan Megawati, dia sudah mencoba mempelajari situasi yang terjadi sehingga pemerintah mengambil kebijakan menaikkan harga BBM.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
YouTube BKKBN OFFICIAL
Megawati Soekarno Putri hadir jadi pembicara dalam acara BKKBN, tegaskan ibu hamil jangan cengeng 

TRIBUNSOLO.COM, JEJU -- Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri meminta rakyat agar memahami keputusan Pemerintah mengalihkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) sehingga harga pertalite dan solar naik.

Menurut pengakuan Megawati, dia sudah mencoba mempelajari situasi yang terjadi sehingga pemerintah mengambil kebijakan tersebut.

“Sampai Menteri Keuangan sendiri sudah turun untuk menjelaskan alasannya, bahwa sebenarnya masalah BBM itu, kalau kita pelajari dengan baik, memang ya itu malah memberikan sebuah kesempatan. Bagaimanapun juga kita kan tak bisa (mempertahankan harga lama),” kata Megawati usai menghadiri Jeju Forum for Peace and Prosperity, Korea Selatan, Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Tinjau Pasar Gede Solo, Mendag Zulhas Klaim Kenaikan Harga BBM Tak Pengaruhi Harga Bahan Pokok

Terkait kenaikan harga BBM ini, Megawati menyebut dirinya cukup berpengalaman karena pernah masuk di pemerintahan sebagai mantan presiden dan wakil presiden.

Kata dia, keputusan kenaikan harga itu sebenarnya sudah sangat jelas.

“Kalau nanti tidak dinaikan, lalu situasi kondisinya malah menjadi lebih sulit, lalu bagaimana?” ujar Megawati.

Sehingga Megawati menganggap pemerintahan Jokowi memutuskan hal tersebut dengan tidak mudah.

Ia juga menegaskan bahwa pernyataannya ini bukan karena Jokowi adalah sosok yang diusung PDI-P sebagai presiden dua periode.

Baca juga: Demo Mahasiswa Universitas Boyolali Sikapi Kenaikan Harga BBM, Bawa Poster hingga Sampaikan Tuntutan

“Ini bukannya karena kebetulan presiden, Pak Jokowi itu adalah presiden yang diusung oleh PDI Perjuangan ya. Saya tahu juga nanti bisa sampai dibawa-bawa urusan PDI Perjuangannya," katanya.

"Tapi, situasi ini kan tentunya tidaklah begitu gampang, tidak asal-asalan saja dinaikkan BBM,” ujar Megawati.

Megawati lantas menjelaskan,  keputusan tersebut pasti sudah dipertimbangkan secara matang oleh pemerintah.

Menurutnya, kenaikan harga BBM dipastikan sudah melalui rapat-rapat kabinet.

"Ya tentu, bagaimana tidak dipertimbangkan, lalu apa gunanya ada rapat kabinet?" ucap Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu.

Baca juga: Megawati Hadiri Acara BKKBN, Beri Pesan untuk Para Ibu Hamil Agar Tidak Cengeng dan Tegar

Namun megawati memaklumi jika ada rakyat yang tidak mau berusaha mengerti dengan kondisi yang ada.

Menurutnya, hal itu cukup memprihatinkan.

Padahal, kondisi saat ini memang berat karena Indonesia dan dunia belum benar-benar keluar dari pandemi Covid-19.

Oleh karenanya, pendanaan untuk Covid-19 tidak bisa begitu saja dialihkan demi menambah subsidi BBM.

“Jadi jangan justru dibalik ya bahwa memang Covid ini juga seperti sebuah pertimbangan yang tidak mudah, apakah dilepas saja? Tapi kan nanti (kalau dilepas) yang kena juga rakyat. Artinya kan bisa makin banyak yang menderita. Kan begitu antara lain pertimbangan-pertimbangannya,” urai Megawati.

“Jadi, saya berharap masyarakat jangan selalu mengambil sebuah pengertian itu langsung membelah begitu,” kata Megawati.

(*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved