Berita Nasional

Kata Pengamat Soal Fenomena Hacker Bjorka: Hanya untuk Mengalihkan Dua Isu Besar

Dosen ilmu hukum ini menambahkan persoalan-persoalan kebocoran data sangat lumrah di perkembangan zaman era digital.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Instagram
Ilustrasi Bjorka terkait tindakan pembobolan situs pemerintah dan data pribadi pejabat. 

TRIBUNSOLO.COM - Fenomena hacker Bjorka diduga kuat kaitannya dengan pengalihan isu, menurut Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah.

Dia mengindikasikan hacker Bjorka sengaja dibesar-besarkan di tengah tingginya gejolak masyarakat karena kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga kasus pembunuhan Ferdy Sambo.

"Saya sebenarnya jujur mencurigai seperti itu, nuansanya lebih ke arah politik, hacker Bjorka ini sengaja dihadirkan," kata Trubus dihubungi Tribun Network, Jumat (16/9/2022).

Trubus juga tidak menampik maraknya kasus kebocoran data sebagai langkah pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempercepat pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP).

Baca juga: Tanggapan Jokowi Soal Wacana Siap Jadi Calon Wakil Presiden 2024

Menurutnya, pengesahan UU PDP pun tidak bisa menjamin data digital lebih aman.

"Belakangan ini santer data bocor tetapi langkahnya apa, dengan UU PDP asumsinya bisa selesai dengan adanya kepastian hukum, saya rasa itu hanya asumsi," tutur Trubus.

Lebih jauh, Trubus menegaskan bahwa persoalan Perlindungan Data Pribadi tidak mendesak apalagi Presiden Joko Widodo menekankan hal lain yaitu di tatanan keimigrasian.

Dia menegaskan kondisi imigrasi Indonesia menjadi lebih urgensi karena seringkali menghambat masuknya investasi dan wisatawan asing.

Baca juga: ASN Semarang yang Jadi Saksi Korupsi Dimutilasi dan Dibakar, Bagian Tubuhnya Ditemukan Terpisah

"Jadi kalau UU PDP disahkan hanya mengikuti tren legislasi primer perlindungan data pribadi tidak akan banyak manfaatnya," jelas Trubus.

Dosen ilmu hukum ini menambahkan persoalan-persoalan kebocoran data sangat lumrah di perkembangan zaman era digital.

Seperti diketahui hacker anonim yang mengatasnamakan dirinya Bjorka mengklaim telah membocorkan data milik sejumlah instansi dan pejabat negara.

Mulai dari data yang diklaim dari proses registrasi kartu SIM Card, situs Komisi Pemilihan Umum, hingga surat-menyurat milik Presiden Republik Indonesia. (*)

Baca juga: Lowongan Kerja PT KAI Terbaru Lulusan SMA, D3, D4 dan S1 Melalui Job Fair 20-22 September 2022

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved