Berita Klaten Terbaru

Pedagang Apem Laris Manis saat Tradisi Yaa Qowiyyu, Ada yang Sehari Habiskan 300 Kg Tepung Beras

Ketiban rezeki, itulah situasi yang menggambarkan pedagang apem di Tradisi Sebaran Apem Yaa Qowiyyu Jatinom, Klaten. Ratusan kilo tepung beras habis

Tribunsolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Suasana pedagang apem yang sedang melakukan transaksi jual beli di acara Apem Yaa Qowiyyu, di Jatinom, Klaten, Jumat (16/9/2022). Apem para pedagang laris manis karena banyak yang penasaran dengan rasa apem selama event tersebut. Ada pedagang yang bisa menghabiskan 300 kilogram tepung beras dalam sehari saking larisnya pembeli. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Antusiasme masyarakat dalam Tradisi Sebaran Apem Yaa Qowiyyu berdampak pada pertumbuhan ekonomi, khususnya untuk para pelaku usaha pembuatan apem Yaa Qowiyyu

Hal senada, dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, seusai menyambangi pedagang apem di acara puncak Saparan Apem Yaa Qowiyyu, Jumat (16/9/2022).

Terlihat, banyak pedagang dadakan menjual apem Yaa Qowiyyu hampir di sepanjang jalan masuk ke Masjid Gedhe Jatinom.

"Tadi saya tanya warung (penjual apem) rata-rata menyiapkan 50 kilo untuk apem ini," kata Airlangga.

"Ini tentunya membuat perekonomian masyarakat selama haul ini bergerak (maju)," tambahnya.

Baca juga: Mengenal Tradisi Sebar Apem Yaa Qowiyyu di Klaten, Kini Sudah Terdaftar HaKI

Baca juga: Kehilangan Ponsel? Mbah Pri, Si Raja Copet Licin asal Sragen Tertangkap di Acara Apem Yaa Qowiyyu

Airlangga mengungkapkan kegiatan tersebut dihadiri puluhan ribu pengunjung. 

"Kemarin yang hadir juga puluhan ribu pengunjung, warung-warung ini saya tanya, satu orang rata-rata (menghabiskan) 30 sampai 50 kilo tepung," jelasnya. 

"Dan kegiatan hari ini kira-kira sekitar 6 ton tepung digunakan untuk apeman," tambahnya. 

Menurutnya ini semua tak terlepas dari antusiasme masyarakat yang tinggi.

Terutama karena sudah 2 tahun tradisi itu harus digelar dengan pembatasan ketat akibat pandemi. 

"Karena beberapa tahun acara ini sempat berhenti dan masyarakat sangat merindukan acara seperti ini," jelas Airlangga.  

"Dengan situasi yang seperti ini, kita berdoa agar bisa segera lepas dari krisis (inflasi tinggi)," imbuhnya. 

Meski begitu, dia meyakinkan bahwa situasi ekonomi di masyarakat terpantau baik. 

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved