Berita Klaten Terbaru

Pedagang Apem Laris Manis saat Tradisi Yaa Qowiyyu, Ada yang Sehari Habiskan 300 Kg Tepung Beras

Ketiban rezeki, itulah situasi yang menggambarkan pedagang apem di Tradisi Sebaran Apem Yaa Qowiyyu Jatinom, Klaten. Ratusan kilo tepung beras habis

Tribunsolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Suasana pedagang apem yang sedang melakukan transaksi jual beli di acara Apem Yaa Qowiyyu, di Jatinom, Klaten, Jumat (16/9/2022). Apem para pedagang laris manis karena banyak yang penasaran dengan rasa apem selama event tersebut. Ada pedagang yang bisa menghabiskan 300 kilogram tepung beras dalam sehari saking larisnya pembeli. 

Hal yang sama disampaikan langsung oleh Camat Jatinom, Wahyuni Sri Rahayu, saat ditemui TribunSolo.com. 

"Ya banyak pedagang yang musiman jual apem sama tradisi Yaa Qowiyyu berlangsung, mereka berada di pinggir-pinggir jalan," kata Wahyuni. 

Wahyuni memastikan setiap pedagang apem dadakan itu adalah warga asli Kelurahan Jatinom. 

"Itu semua warga Jatinom, karena masing-masing warga Pamekasan di depan rumah masing-masing, dan itu diolah sendiri," tegasnya. 

Baca juga: Bak Lautan Manusia, Ribuan Orang Memburu Apem Yaa Qowiyyu di Jatinom Klaten : Diyakini Bawa Berkah

Baca juga: 2 Kali Tradisi Yaa Qowiyyu di Jatinom Klaten Tanpa Sebaran Apem, Tahun Ini 4 Ton Apem Bakal Disebar

Dirinya memperkirakan jumlah pedagang lebih dari 50 orang. 

Menurutnya bisnis apem saat gelaran Tradisi Yaa Qowiyyu sangat menguntungkan.

Apalagi banyak orang dari luar daerah penasaran ingin mencoba apem Yaa Qowiyyu

Salah satu pedagang, Suti (51) mengaku hanya membuka lapak saat Saparan saja atau menjelang Tradisi Sebaran Apem Yaa Qowiyyu, tepatnya sejak 2013. 

"Kalau saya jualan (apem) saat saparan saja, saya biasa jualan 7 hari maksimal 10 hari," kata Suti.

Dalam sehari dirinya sanggup menghabiskan sekitar 20 kilo tepung beras. 

Jumlah itu akan terus bertambah seiring mendekati waktu pelaksanaan tradisi sebar apem itu. 

"Tapi kalau sudah mendekati hari H saya bisa jualan hingga 50 kilo tepung beras, tapi kalau H-1 bisa mencapai 200 kilo tepung beras. Kalau saat hari H bisa menghabiskan tepung beras sekitar 300 kilo," jelasnya. 

Jika dibandingkan dengan 2 tahun ke belakang saat pandemi, Suti tak merasakan adanya penurunan omset, lantaran tradisi itu tetap berjalan meski ada pembatasan dari pemerintah. 

Suti memberi jaminan bahwa apem buatannya mampu bertahan kurang lebih selama 7 hari jika disimpan pada suhu ruang dan tidak dalam keadaan terbungkus plastik.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved