Berita Solo Terbaru

Perjalanan Panjang Gamelan Dapatkan Pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, Sejak 2014

Tujuh tahun lamanya Indonesia harus menunggu gamelan untuk diakui & disahkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Perjalanan yang tak sebentar

TribunSolo.com/Eka Fitriani
Perwakilan seniman dan masyarakat Indonesia saat berfoto dengan usai gamelan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari UNESCO di Balai Kota Solo, Jumat (16/9/2022). 


Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Eka Fitriani 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Gamelan akhirnya disahkan atau diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada 2021.

Tapi rupanya gamelan sendiri sudah melalui perjalanan panjang supaya diakui.

Gamelan sudah didaftarkan sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 2014 silam.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal Kemdikbudristek, Ir. Suharti, M.A., Ph. D.

Baca juga: Sah! UNESCO Tetapkan Gamelan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Ratusan Seniman di Indonesia Jadi Saksi

Baca juga: Sebut Solo Punya Twin Engine Kebudayaan, Airlangga Titip Keraton Solo dan Mangkunegaran ke Gibran 

Selebrasi penyerahan sertifikat gamelan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO diadakan di Balaikota Surakarta, Jumat (16/9/2022) malam.

“Denga kerja keras yang luar biasa dari tahun 2014, kita akhirnya mendapatkan pengakuan tersebut,” kata Suharti.

“Tentunya gamelan sebagai alat musik Indonesia sudah dikenal luas di Indonesia, kita ingin agar gamelan dimainkan dimana saja mulai sabang merauka,” katanya.

Pihaknya mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama melestarikan gamelan.

“Indonesia sangat berbangga memiliki gamelan dan beda lainnya yang akhirnya diakui oleh dunia,” katanya.

Suharti juga mengungkapkan rasa terima kasih dan hormat kepada maestro karawitan dan komponis Indonesia alm. Rahayu Supanggah.

“Apalagi beliau juga telah mendedikasikan hidupnya untuk pelestarian dan pengembangan gamelan di Indonesia,” katanya.

Baca juga: Rekomendasi Wedangan di Solo : Coba Wedangan Mas Bonnie Jebres, Tempatnya Luas dan Banyak Menu

Baca juga: Penghormatan Terakhir Suporter Persis Solo Buat Atok Prayodika : Letakkan 2 Kaos Hitam di Pusara

Seperti diketahui, melalui sidang UNESCO ke-16 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Paris, Perancis, pada Rabu 15 Desember 2021 telah menetapkan Gamelan ke daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTB) atau Intangible Cultural Heritage.

Sertifikat gamelan diserahkan kepada masyarakat Indonesia oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) dan Menteri Luar Negeri (Menlu).

Dalam hal ini, masyarakat Indonesia yang akan diwakili oleh 14 Pemerintah Provinsi, Institute Seni Surakarta dan Maestro Gamelan (alm) Rahayu Supanggah dan Made Bandem.

Gamelan ditetapkan bersama dengan 46 warisan budaya takbenda lain, diantaranya Nora, drama-tari di Thailand Selatan; dan Al-Naoor, kerajinan seni tradisional dari Irak,

Seperti diketahui, sebelum gamelan, sudah ada 10 hal yang mendapat sertifikat dari UNESCO yakni Pantun sebagai multinasional nominasi bersama dengan Malaysia (2020),  Tradisi Pencak Silat (2019), Pinisi, seni membuat perahu di Sulawesi Selatan (2017).

Selain itu ada juga Tiga genre tari tradisional di Bali (2015), Noken, tas rajut dan ikat dari Papua (2012), Tari Saman (2011), Angklung (2010), Batik Indonesia (2009), Wayang (2008),Keris Indonesia (2008) dan Satu program terbaik untuk pelatihan membatik kepada siswa sekolah (2009).

(*)
 
 

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved