Pilpres 2024

SBY Dapat Info Pemilu 2024 Rawan Kecurangan karena Diatur Hanya Dua Capres, Ini Respons Pengamat

SBY mengatakan dirinya terpaksa turun gunung menghadapai pemilu 2024 dikarenakan adanya tanda-tanda pemilu tidak juju

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunnews/Irwan Rismawan
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menjadi Presiden selama dua periode pada 2004–2009 dan 2009–2014. Ia mengaku dapat informasi jika Pemilu 2024 rawan kecurangan. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Pengamat politik Agung Baskoro turut menanggapi pernyataan Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebutkan adanya tanda-tanda Pemilu 2024 tidak jujur dan adil.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis ini menjelaskan, ada banyak faktor yang dapat dipetik dari ungkapan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.

Salah satunya yakni mengenai  wacana dua pasangan calon (paslon) pada Pilpres 2024 mendatang yang diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto beberapa waktu lalu.

Baca juga: AHY Sebut Rakyat Merindukan SBY dan Kepemimpinan Demokrat : saat Itu Kita Sejahtera

“Pernyataan Pak SBY ini tentu disampaikan dalam banyak variabel pendukung bukan hanya itu. Tapi yang mengemuka di publik pernyataan Hasto (Sekjen PDIP) soal 2 pasang,” kata Agung Baskoro, Minggu (18/9/2022).

Kata dia, wajar saja adanya dugaan terkait indikasi ketidakjujuran hingga ketidakadilan pada Pemilu 2024. Pasalnya, SBY pernah memimpin Indonesia dua periode.

Sebab, hal itu yang membuat SBY dapat membaca dan memahami jalannya Pemilu baik sebelum, saat berlangsung hingga sesudahnya.

Agung menilai pernyataan SBY pun bisa saja benar adanya dengan pertimbangan faktor tersebut.

Baca juga: Pujian Annisa Pohan untuk SBY yang Genap Berusia 73: Siapapun yang Menjahati,Tetap Diperlakukan Baik

“Pola-pola selangkah lebih maju ini hanya bisa dipraktikan oleh mereka yang pernah berkuasa atau memiliki jejaring solid di kekuasaan hingga sekarang,” ujarnya.

Dirinya kemudian melanjutkan, pernyataan ini juga mewanti-wanti semua pihak baik otoritas pemerintahan maupun partai politik lainnya bahwa SBY masih bisa punya pengaruh.

“Pak SBY pengen bilang juga, jangan coba-coba. Saya masih bisa berbuat loh,” ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved