Kasus Covid19

Angka Kasus Penularan Covid-19 Menurun, Protokol Pemakaman Jenazah Covid-19 Tak Lagi Ketat

Meski demikian, ia tetap mengingatkan bagi siapa saja termasuk petugas, keluarga dam masyarakat luas untuk tetap memaksimalkan diri mencegah penularan

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TribunSolo.com/Istimewa
Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas bantu tangani pemakaman PDP Covid-19 di Ngumbul, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo pada Selasa (14/4/2020) pukul 20.00-22.30 WIB. 

TRIBUNSOLO.COM - Penurunan angka kasus penularan Covid-19 di Indonesia membuat protokol pemakaman tak ketat lagi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Erlina Burhan.

Baca juga: Pasutri Muda di Pekanbaru Asyik Karaoke, Tak Sadar Sang Anak yang Masih Balita Jatuh dari Lantai 3

Jika sebelumnya, jenazah seorang pasien Covid-19 harus dimandikan di rumah sakit dan tidak diperkenankan dibawa pulang oleh keluarga.

Kini, aturan tersebut lebih longgar namun tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Petugas menggunakan alat berat saat menguburkan peti jenazah pasien covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Jumat (4/2/2022). Kasus covid-19 kembali meningkat hingga menelan korban jiwa, menurut petugas pemakaman pada Jumat (4/2) terdapat 13 jenazah terkonfirmasi covid telah dimakamkan di TPU Rorotan. Tribunnews/Jeprima
Petugas menggunakan alat berat saat menguburkan peti jenazah pasien covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Jumat (4/2/2022). Kasus covid-19 kembali meningkat hingga menelan korban jiwa, menurut petugas pemakaman pada Jumat (4/2/2022) terdapat 13 jenazah terkonfirmasi covid telah dimakamkan di TPU Rorotan. (Tribunnews/Jeprima)

Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Indonesia Selasa 20 September 2022:Tambah 2.518 Kasus Positif, 15 Meninggal

"Angka kasus menunjukkan penularan mulai terkendali ini,"

"Saya kira kita tidak ketat seperti dulu lagi untuk protokol pemakaman," ujar dia.

Meski demikian, ia tetap mengingatkan bagi siapa saja termasuk petugas, keluarga dam masyarakat luas untuk tetap memaksimalkan diri mencegah penularan dengan protokol kesehatan.

Misalnya, sebaiknya pada saat memandikan memakai sarung tangan dan menggunakan masker.

Saat melayat, tetap gunakan masker dan jangan berkumpul dalam durasi waktu yang lama.

Baca juga: Kemnaker: Pekerja/Buruh yang di-PHK Masih Bisa Mendapatkan BSU, Simak Syaratnya

"Kenapa harus pakai sarung tangan dan pakai masker menghadapi mayat? Karena covid-19 ini sesuatu yang baru ya kita enggak tahu dan pada saat kita memandikan itu kan kadang-kadang akan menyentuh organ tubuh yang ada cairannya,"

"Oleh sebab itu pencegahannya ya pakai sarung tangan pada saat memandikan dan pakai masker," terang dia.

(Tribunnews.com/Rina Ayu)

 

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved