Berita Sukoharjo Terbaru

Jalur Logistik di Pelabuhan Terjaga, Mebel Rotan Trangsan Mendunia, Perajin Pun Tersenyum Bahagia

Klaster Industri Mebel Rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah eksis hingga sekarang.

TribunSolo.com/Asep Abdullah
Mebel rotan dimasukkan ke dalam kontainer di Jalan Manau Nomor 35 Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Selanjutnya akan dikirim ke luar negeri melalui pelabuhan. 

Dengan berjalannya usaha kerajinan rotan miliknya, bisa menghidupi puluhan orang dalam keluarga.

Mengingat kini dia memiliki 20 perajin aktif yang bisa menghasilkan barang-barang berkualitas ekspor.

"Perajin menggantungkan hidup dari rotan, setiap perajin menanggung istri dan anak-anaknya. Makanya saya semangat karena usaha ini bermanfaat untuk banyak orang," tuturnya.

Sebulan Kirim 100 Kontainer

Di balik kesuksesan menjalankan usaha, ada bagian terpenting yakni pengiriman barang hasil produksi ke buyer di belahan negara dan sejumlah pulau di Indonesia.

Selama bertahun-tahun, dia mengandalkan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Di mana sebagian nafas hidup usahanya tergantung dengan lancarnya pelabuhan.

Pasalnya barang dalam jumlah besar dikirim melalui pelabuhan di Kota Semarang yang sebelumnya melewati perjalanan darat Jalan Solo-Semarang.

Termasuk barang tujuan Eropa hingga Australia, tak mendapatkan permasalahan berarti.

"Pengiriman melalui pelabuhan 90 persen. Paling tidak sebulan 1 kontiner," aku dia.

Kesaksiannya selama ini menggunakan sarana pelabuhan, tak ada masalah berarti, sehingga usahanya kian bersinar.

Kenapa memilih pelabuhan, karena dibandingkan melalui pesawat kargo jauh dari ongkos.

"Bisa enam kali lipat, kan sayang, karena kan masih membayar karyawan juga," aku dia.

Saat pandemi dia merasa tak 'kecut' dalam usaha.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved