Berita Sukoharjo Terbaru

Jalur Logistik di Pelabuhan Terjaga, Mebel Rotan Trangsan Mendunia, Perajin Pun Tersenyum Bahagia

Klaster Industri Mebel Rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah eksis hingga sekarang.

TribunSolo.com/Asep Abdullah
Mebel rotan dimasukkan ke dalam kontainer di Jalan Manau Nomor 35 Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Selanjutnya akan dikirim ke luar negeri melalui pelabuhan. 

Beberapa tahun menggeluti usaha permebelan, dia lantas pulang ke kampung halamannya yang dikenal dengan sentra kerajinan rotannya.

"Senang banyak ilmu, apalagi yang ikut pameran bukan kaleng-kaleng. Banyak yang omsetnya miliaran hingga puluhan miliar loh. Ini jadi motivasi saya," ungkap dia.

Sesupuh dari Forum Rembuk Klaster Idustri Mebel Rotan Trangsan, Supardji, menerangkan, salah satu kesuksesan usaha yang ada sejak 1986 itu, adalah sarana dan prasarana dia antaranya pelabuhan.

Mengingat sebagian besar perajin yang jumlahnya 200-an, mereka menggantungkan pelabuhan untuk mengirimkan barang ke pembeli.

“Setiap bulan paling gak 100 kontainer ke pelabuhan, tinggal dihitung saja sudah puluhan miliar uang berputar melalui trangsan,” ungkap dia.

Dia berharap pelayanan di pelabuhan ditingkatkan, karena menjadi nafas bagi banyak usaha di antaranya perajin mebel di Trangsan.

Pasalnya mereka menggunakan jalur laut untuk menjangkau belahan dunia.

“Kebanyakan kan ekspor. Kami harapkan semua dipermudah, apa yang sudah baik di pelabuhan ditingkatkan sehingga barang lebih cepat dan tepat sampai ke buyer,” harap dia.

Ekonom dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Mulyanto, jalur logistik menjadi kunci bagi para pengusaha di antaranya mereka perajin yang berada di Trangsan.

Baca juga: Disambangi Delegasi G20, Kini Asa Perajin di Kampung Gitar Ngrombo Sukoharjo Kembali Bersinar

Terlebih banyaknya barang yang dihasilkan, keluar sebagai ekspor ke berbagai negera di dunia.

Untuk itu, pemerintah harus menjamin jalur atau rantai logistik dijaga dan ditingkatkan agar usaha-usaha yang bergantung pada sarana itu tak tertanggu,

“Ketika ada pelabuhan, kereta api, sarana untuk menjual barang ke pembeli dengan lancar, maka usahanya akan berkembang,” tutur dia.

Apalagi selama ini, produk dari Trangsan di Kota Makmur itu yang berjalan sudah puluhan tahun, terbukti mendatangkan uang dan mensejahterakan masyarakat.

“Menjadi cara mensejahterakan, menghasilkan menjadi uang. Terlebih inovasi produk dilakukan terus meneruskan, sehingga tidak menoton, akan mendatangkan banyak pembeli baru,” tuturnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved