Berita Sukoharjo Terbaru

Gegara Ruwetnya SIMBG, Izin Bangun Perumahan di Sukoharjo Baru Terbit 80, Padahal Ada 800 Permohonan

Para pengusaha perumahan di Solo Raya kini dibuat pusing karena SIMBG. Sistem tersebut membuat perizinan terkendala dan sulit terbit.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Sukoharjo, Hanan Oktavianto menjelaskan kendala pengajuan izin perumahan, diantaranya SIMBG. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) sepertinya menjadi momok dalam perizinan pembangunan perumahan di Sukoharjo. 

Sebab, sistem ini tidak memiliki persyaratan teknis yang jelas. 

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Sukoharjo, Hanan Oktavianto menjelaskan, berbagai persoalan menyelimuti SIMBG.

Salah satunya mengenai ketidakjelasan persyaratan teknis.

"Terkait persyaratan teknis banyak menimbulkan beda persepsi," jelasnya saat Ngopi Pagi Bincang Bisnis dan Silaturahmi Paguyuban Developer Solo Raya Rabu (21/9/2022).

"Banyak sekali persoalan. 800 permohonan yang bisa terbit baru 80an," jelasnya.

Permohonan tersebut meliputi PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) atau yang sebelumnya disebut IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

Ada juga SLF (Sertifikat Laik Fungsi).

"Misalnya denah belum jelas secara kriteria batasannya seperti apa," jelasnya.

Baca juga: Terlanjur Viral Bonge Punya Mobil Toyota Vellfire Hitam, Faktanya Cuma Properti Konten

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved