Info Boyolali

Kantor Imigrasi Surakarta Gelar Rapat Koordinasi, Demi Perketat Pengawasan Orang Asing di Boyolali

Kantor Imigrasi Surakarta bersama Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Boyolali menyelenggarakan Rapat Koordinasi.

Penulis: Tribun Network | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Dok Imigrasi Surakarta
Kantor Imigrasi Surakarta bersama Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Boyolali menyelenggarakan Rapat Koordinasi TIMPORA Kabupaten Boyolali di Al Fawwas Ballroom Lt.12, Syariah Hotel Solo, Rabu (21/9/2022). 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kabupaten Boyolali yang memiliki slogan pro investasi tentunya menarik para investor baik dari dalam maupun luar negeri. 

Terlebih kini, infrastruktur kabupaten yang dikenal dengan 'Kota Susu' itu, tak diragukan lagi.

Di antaranya hadirnya jalan nasional dan Jalan Tol Trans Jawa tersebut.

Hadirnya investasi tentunya juga menarik kehadiran warga negara asing (WNA) baik sebagai penanam modal, tenaga kerja, hingga keluarga yang menetap di Boyolali.

Untuk mengoordinasikan pengawasannya di wilayah Boyolali, Kantor Imigrasi Surakarta bersama Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Boyolali menyelenggarakan Rapat Koordinasi TIMPORA Kabupaten Boyolali di Al Fawwas Ballroom Lt.12, Syariah Hotel Solo, Rabu (21/9/2022).

Dalam rapat ini, hadir Bakesbangpol Boyolali, Kodim 0724 Boyolali, Polres Boyolali, Bea dan Cukai Surakarta, Disnaker Boyolali, Kejaksaan Negeri, BAIS TNI, Disdukcapil Boyolali, dan jajaran Pemkab Boyolali.

Kehadiran orang maupun investasi asing, memang sangat dibutuhkan sepanjang membawa manfaat bagi pembangunan dan pertumbuhan atau perkembangan ekonomi di wilayah Jawa Tengah, namun dampak negatifnya juga harus diwaspadai.

Baca juga: Imigrasi Surakarta bersama TIMPORA Koordinasikan Pengawasan Orang Asing di Sukoharjo

Baca juga: Imigrasi Surakarta bersama TIMPORA: Jaga Keamanan Negara melalui Pengawasan Orang Asing di Wonogiri

Oleh karena itu, rapat koordinasi dalam pengawasan orang asing sesuai dengan Pasal 2 Permenkumham No 50 Tahun 2016 tentang Tim Pengawasan Orang Asing ini.

Peserta rapat koordinasi yang digelar Kantor Imigrasi Surakarta yakni Bakesbangpol Boyolali, Kodim 0724 Boyolali, Polres Boyolali, Bea dan Cukai Surakarta, Disnaker Boyolali, Kejaksaan Negeri, BAIS TNI, Disdukcapil Boyolali, dan jajaran Pemkab Boyolali.
Peserta rapat koordinasi yang digelar Kantor Imigrasi Surakarta yakni Bakesbangpol Boyolali, Kodim 0724 Boyolali, Polres Boyolali, Bea dan Cukai Surakarta, Disnaker Boyolali, Kejaksaan Negeri, BAIS TNI, Disdukcapil Boyolali, dan jajaran Pemkab Boyolali. (TribunSolo.com/Dok Imigrasi Surakarta)

Di manaa itu upaya mewujudkan pengawasan keimigrasian yang terkoordinasi dan menyeluruh terhadap keberadaan dan kegiatan Orang Asing di wilayah Indonesia.

Sebagai bentuk penegakan kedaulatan negara, kehadiran TIMPORA ditujukan untuk menjamin tetap terpeliharanya stabilitas kepentingan nasional.

Yakni khususnya di wilayah Boyolali dari dampak negatif yang mungkin timbul akibat perlintasan orang antar negara serta keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah NKRI

Terutama karena tingginya aktivitas WNA sebagai hasil dari meningkatnya industrialisasi di wilayah Boyolali yang memicu kehadiran WNA. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved