Polisi Tembak Polisi

Anaknya Terseret Kasus Ferdy Sambo, Anggota DPR Heri Gunawan Akan Ikuti Prosedur yang Berlaku

Diketahui, Ipda Arsyad Daiva merupakan anggota Batalyon Adyana Yuddhaga Angkatan 51.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Kolase Tribun Medan
Ipda Arsyad Daiva Gunawan - Anak Anggota DPR RI ternyata Saksi Penting Skenario Ferdy Sambo 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Ipda Arysad Daiva diduga melakukan ketidakprofesionalan dalam bertugas pada penanganan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Ia merupakan polisi yang pertama kali tiba di kediaman Ferdy Sambo di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, tempat eksekusi Brigadir J.

Baca juga: Kamaruddin Simanjuntak Bantah Bakal Mundur dari Pengacara Brigadir J, Justru Kian Semangat Berjuang

Diketahui, Ipda Arsyad Daiva merupakan anggota Batalyon Adyana Yuddhaga Angkatan 51.

Sebelum tersandung permasalahan etik dalam kasus pembunuhan Brigadir J, Arsyad bertugas sebagai Kasubnit I Unit I Satresri Polres Metro Jakarta Selatan.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut perwira pertama Polri itu melanggar kode etik terkait dengan proses olah tempat perkara (TKP).

Baca juga: Kondisi Makam Brigadir J Memprihatinkan, Keluarga Sebut Banyak Pihak Ingin Lakukan Renovasi

Ipda Arysad Daiva diketahui putra dari Anggota DPR Komisi XI Fraksi Gerindra, Heri Gunawan.

Heri Gunawan membenarkan bahwa Ipda Arsyad adalah putranya.

Ia menyebutkan akan menerima semua konsekuensi dan mengikuti prosedur yang berlaku.

"Betul, Arsyad anak saya," kata Politikus Gerindra dari keterangan yang diterima Kompas.TV, Kamis (22/9/2022).

"Saya ikut sistem dan prosedur yang berlaku. Itu kan bagian dari risiko jabatan," imbuhnya.

Baca juga: Hakim Agung di Mahkamah Agung Kena OTT Operasi Tangkap Tangan KPK

Seharusnya, Ipda Arsyad Daiva Gunawan menjalani sidang etik pada Kamis (15/9/2022).

Namun, Polri menyatakan bahwa sidang etik Ipda Arsyad Daiva Gunawan diundur.

“Wujud perbuatan yang dilakukan oleh Ipda ADG adalah ketidakprofesionalan dalam melaksanakan tugas,” ungkap Juru Bicara Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ade Yaya Suryana di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, dilansir Kompas.com. (*)

(Tribunnews.com/Hasanudin Aco)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved