Berita Boyolali Terbaru

Asal-usul Tarian Sakral Jangkrik Ngentir di Sidotopo Boyolali, Penari Minimal Berusia 50 Tahun

Di Cepogo, Boyolali ada tarian yang bernama Jangkrik Ngentir. Tarian ini diyakini masyarakat untuk media komunikasi dengan leluhur.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Seorang penari tradisional Jangkrik Ngentir dalam dirasuki arwah leluhur di Dukuh Sidotopo, Desa Cabeankunti, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Kamis (22/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Tarian penuh nuansa magis masih terus dilestarikan Masyarakat di lereng Merapi-Merbabu.

Salah satunya tari Jangkrik Ngentir yang ada di Dukuh Sidotopo, Desa Cabeankunti, Kecamatan Cepogo.

Tarian ini sengaja mengundang roh-roh gaib untuk merasuki penarinya.

Ada 8 orang penari, terdiri pentul tembem, dua penari sebagai lembu atau sapi dan 4 penari jaran kepang atau juga disebut jangkrikan.

Tarian ini cukup sakral. Pasalnya tarian ini hanya boleh dimainkan oleh warga setempat yang sudah berusia lanjut.

Minimal 50 tahun.

Alunan bende dan kendang mengiringi pertunjukan tarian.

Selama pertunjukan alunan musik gamelan sederhana harus terus dimainkan.

Tarian jangkrik ngentir, sudah dibawakan oleh kelompok kesenian Sri Budi Utomo Dukuh Sidotopo, Desa Caben Kunti sejak sebelum tahun 1980 silam biasanya ditampilkan saat acara-acara tradisi sakral, seperti ruwatan, menempati rumah baru dan acara tradisi lainnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved