Viral

Viral Perangkat Desa Berseragam Mengantar Jenazah ke Makam, Terungkap Fakta Sebenarnya

Sebuah video yang memperlihatkan perangkat desa berpakaikan dinas bersama sama mengusung keranda mayat, viral di media sosial.

Instagram @infokediriraya
Fakta di balik jenazah di Kediri tak diantar tetangga hanya perangkat desa. 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah video yang memperlihatkan perangkat desa berpakaikan dinas bersama sama mengusung keranda mayat, viral di media sosial.

Pada kain hijau penutup keranda tertulis Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Baca juga: Viral Video Emak-emak Bawa Xpander Tabrak Angkot hingga Ringsek, Begini Kronologinya

Dalam video yang beredar terlihat seorang perempuan berada di barisan paling depan menabur bunga di sepanjang jalan.

Perempuan itu menggunakan pakaian aparatur pemerintahan.

Tampak juga ada empat orang yang mengusung keranda, semua juga mengenakan pakaian yang sama.

Namun dalam videonya terdapat narasi yang menyebut tidak ada pelayat yang mngantar jenazah.

Dilansir dari TribunJatim, Camat Ngasem, Kemi, mengklarifikasi terkait narasi di video, yang menyebut tidak ada pelayat yang mengantar jenazah ke pemakaman.

Menurutnya, keterangan pada video tersebut kurang tepat.

Karena pada kenyataannya, kematian seorang warganya itu didatangi oleh sejumlah pelayat, meski tak banyak.

Viral video perangkat desa antar jenazah
Viral di media sosial pengantaran jenazah di Desa Kedak, Kecamatan, Semen, Kabupaten Kediri,Jawa timur, yang dilakukan oleh perangkat desa karena tidak adanya pelayat. (Tangkapan layar Facebook)

 

Baca juga: Viral Jenazah di Kediri Tak Diantar Tetangga ke Pemakaman, Akhirnya Perangkat Desa yang Mengantar

"Videonya tidak merekam hingga selesai. Sebab, di areal pemakaman juga banyak warga yang sudah ada di sana," kata Kemi pada Kompas.com, Kamis (22/9/2022).

Dia membenarkan bahwa yang menggotong jenazah menggunakan keranda adalah perangkat desa.

Menurutnya, hal itu terjadi karena beberapa alasan.

Pertama, karena tetangga sekitar rumah duka kebanyakan adalah perempuan yang menjanda.

Kedua, warga itu meninggal saat jam kerja, sedangkan rata-rata laki-laki di desa itu bekerja di luar desa.

Sementara, laki-laki yang datang melayat telah berbagi tugas, salah satunya ada yang menggali makam.

"Jadi Bu Kades bersikap tanggap mengambil kebijakan ajak perangkat untuk mengurusi semua itu," jelasnya.

Bahkan, sosok perempuan yang berada di barisan depan iring-iringan pengantar jenazah sambil menbar banga itu adalah Sunarti yang merupakan Kades Kadek.

Baca juga: Pinkan Mambo Mengaku Senang Penampilan Hebohnya di Konser Bandung Jadi Viral di Media Sosial

Latar belakang yang meninggal

Dilansir dari TribunJatim, Kapolsek Semen, AKP Siswandi, membenarkan adanya kejadian viral yang terjadi di Desa Kedak pada Selasa (20/9/2022).

Petugas juga telah melakukan penelusuran di lapangan.

Dari informasi yang didapat, warga yang meninggal bernama Partono (50), warga Dusun Kedak.

Partono meninggal di rumah karena sakit yang dideritanya.

Almarhum tinggal bersama kakaknya bernama Partini dan satu saudara lainnya.

Ketiga orang tersebut merupakan warga dengan keterbelakangan mental.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJatim.com/Didik Mashudi, Kompas.com/M Agus Fauzul Hakim)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved