Berita Solo Terbaru

Jawaban Dirut TSTJ Soal Penggusuran PKL: Sesuai Instruksi Pemkot Solo, Pindah ke Beberapa Pasar

PKL di TSTJ bakal tergusur, sebab revitalisasi TSTJ membutuhkan wilayah yang lebih luas. Mereka akan pindah ke pasar-pasar di Solo.

TribunSolo.com/Vincentius Jyestha
Wisatawan saat momentum Idul Fitri di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Selasa (3/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah pedagang kaki Lima (PKL) di Taman Satwa Taru Jurug ( TSTJ) menolak untuk dipindahkan setelah revitalisasi TSTJ selesai.

Ada sekitar 183 PKL yang sudah puluhan tahun berjualan disana. Alhasil, nasib mereka terancam tergusur. 

Direktur Utama TSTJ, Bimo Wahyu Widodo mengatakan sebagai pengelola ia hanya menjalankan instruksi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terkait penggusuran PKL tersebut.

"Kalau mengenai kebijakan itu bisa diterima atau tidak kan itu hak masing-masing PKL, kalau mau menempuh jalur dialog atau yang lain kami tetap terbuka," kata Bimo, Sabtu (24/9/2022). 

Dirinya mengungkapkan, apabila para PKL mau melakukan audiensi pihanya mengaku akan kooperatif.

"Kami juga tidak menyuruh atau melarang, monggo itu hak mereka," ujarnya. 

Dirinya menjelaskan, mulai 30 September 2022 nanti pihak pengelola akan mengeluarkan surat pemberitahuan yang memberitahukan untuk mengosongkan lapak PKL.

"Intinya kami sampaikan sosialisasi kebijakan Wali Kota terkait peremajaan TSTJ seperti itu, Jadi kan peremajaan TSTJ ini kan memang merubah total, yang ada di TSTJ sesuai kebijakan Wali Kota, khusus untuk PKL seluruhnya 183 itu direlokasi yang disiapkan Dinas Perdagangan (Disdag)," jelasnya. 

Menurutnya, TSTJ nantinya akan diperluas untuk area konservasi.

Baca juga: TSTJ Tutup 4 Bulan, Nasib 80 Pegawai Diklaim Aman : Ter-cover Pendapatan Selama Buka Kemarin

Sehingga, mereka harus dipindahkan ke beberapa lokasi, yakni pasar Pucangsawit, Panggungrejo, Ngemplak dan lain-lain.

"Ya memang lebih banyak tempat ini (TSTJ) yang digunakan untuk area konservasi, misalkan bertahan di sana itupun bukan tempat jalan kaki lagi," tuturnya.

"Itu jadi tempat kandang tempat atraksi lain, mau enggak mau bakal tergusur juga, peruntukannya bukan untuk PKL lagi," lanjutnya.

Bimo juga menjelaskan, kalau mengenai retribusi yang sudah sampai Desember mendatang pihaknya juga akan mengembalikan apabila pedagang memintanya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved