Berita Sragen Terbaru

Curhatan Petani Sragen : Panen Merosot Imbas Tanaman Kerdil, hingga Hal Misterius Jadi Penyebabnya

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen, Suratno mengaku terkejut dengan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Ilustrasi : Persawahan yang membentang di Kabupaten Sragen. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Petani di Kabupaten Sragen kini mengeluhkan produksi padi yang terus menurun.

Hal tersebut disampaikan para petani, kala beraudiensi di DPRD Kabupaten Sragen, pada Senin (26/9/2022) siang.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen, Suratno mengaku terkejut dengan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Suratni, data BPS menunjukkan jika produksi padi di Kabupaten Sragen terus meningkat, padahal kenyataannya tidak seperti itu.

"Saya kaget, kemarin membuka data BPS produksi padi dari tahun ke tahun naik, sebenarnya di Sragen ini ada 3 masalah penurunan produksi," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (26/9/2022).

Ia menerangkan, masalah pertama yakni serangan hama tikus yang meresahkan para petani di Bumi Sukowati.

Kebanyakan serangan hama tikus terjadi di dekat jalan tol, seperti di Kecamatan Sambungmacan, Ngrampal, Sidoharjo dan Masaran.

Petani mengeluhkan jika dalam satu hektar sawah, hanya menghasilkan sekitar 30 karung saja.

"Panen di Gondang, 1 hektar cuma 30 sak (karung), di Sambungmacan juga, 1 hektar hanya menghasilkan 30 sak," jelasnya.

Baca juga: Kesaksian Warga di Mojo Solo Pakai Kompor Listrik : Irit, Bersih dan Tidak Ada Hangus-hangusnya

Baca juga: Nasib Pilu Warga Sragen, Rumahnya Terbakar Hebat saat Hadiri Hajatan, Perhiasan hingga Mobil Ludes

Terbaru, kini petani tengah mengeluhkan tanaman padi yang mereka tanam tumbuh tak sempurna atau menjadi kerdil.

Bukan hanya terjadi di satu wilayah saja, tanaman kerdil dialami petani hampir merata di wilayah Kabupaten Sragen.

"Di Kecamatan Ngrampal ada 50 persen yang kerdil rumput, Gesi ada sekitar 30 persen, Mondokan ada 10 persen, kemudian di Kroyo ada 30 persen," terangnya.

"Kemudian di Sambungmacan ada sekitar 20 persen, Sidoharjo ada sekitar 30 sampai 40 persen, ini belum kecamatan yang lain," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved