Berita Sragen Terbaru

Curhatan Petani Sragen : Panen Merosot Imbas Tanaman Kerdil, hingga Hal Misterius Jadi Penyebabnya

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen, Suratno mengaku terkejut dengan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Ilustrasi : Persawahan yang membentang di Kabupaten Sragen. 

Tanaman padi yang kerdil tersebut menyebabkan produksi padi anjlok, yang seharusnya mampu menghasilkan minimal 6 ton per hektar, hanya mampu menghasilkan 1,5 ton saja.

"Kerdil rumput panen dalam 1 hektar mungkin sama dengan serangan tikus, satu hektar paling dapat 1,5 ton, padahal analisa produksinya paling 7-8 ton, paling tidak bisa menghasilkan 6 ton," terangnya.

Bahkan kini muncul masalah baru di Kecamatan Gondang, yang mana diketahui tanaman padi dalam kondisi bagus, tanpa kekurangan namun hasilnya tetap tak seperti biasanya.

"Saya heran sama masalah yang belum menemukan penyebabnya, tanamannya normal, pupuknya juga normal, pengairan juga bagus, tapi kok malah menurun produksinya," ujarnya.

"Satu patok biasa dapat 75 sak, tapi hanya dapat 38 sak saja, ada lagi di lain tempat, biasanya dapat 45 sak, cuma dapat 21 sak, turun sekitar 54 persen," terangnya.

Untuk itulah, para petani di Kabupaten Sragen berharap ada penelitian dari perguruan tinggi, untuk bersama-sama mencari penyebab kenapa produktivitas padi di Sragen menurun.

"Masalah ini kan perlu diteliti, maka kami mohon agar dinas terkair merekomendasikan untuk mengajak perguruan tinggi meneliti, kenapa bisa terjadi seperti ini," jelas dia.

Imbas Kenaikan BBM

Kenaikan harga BBM kini mulai dirasakan dampaknya oleh para petani di Kabupaten Sragen.

Para petani juga membutuhkan BBM untuk operasional alat pertanian mereka, seperti traktor, tleser, hingga kendaraan pengangkut hasil pertanian.

Tentu saja dengan naiknya harga BBM, ongkos operasional mereka juga ikut naik.

Suratno mempertanyakan pemberian kompensasi kepada para petani, seperti layaknya sektor lain, seperti angkutan umum yang dijatah subsidi.

Baca juga: PLN Berikan Bantuan Pengolahan Limbah Rumah Pemotongan Hewan untuk Pupuk Organik

Baca juga: Ketahuan Curi Pupuk Warga Ngrampal Sragen saat Tengah Malam, Warga Kediri Babak Belur Diamuk Massa

"Kalau teman-teman yang lain seperti ada ojek, angkutan umum, tenaga kerja dan sebagainya mendapat bantuan subsidi, eh kompensasi kan tidak ada khusus untuk petani," katanya.

Para petani di Kabupaten Sragen pun berharap, juga disalurkan bantuan kepada para petani.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved